Thursday, July 24, 2014

Review: The Edge of Never

Judul : The Edge of Never
Seri : The Edge of Never #1
Author : J.A. Redmerski
ISBN : 1480095532 (ISBN13: 9781480095533)
Edisi : Paperback (November 2012)
Penerbit : Createspace
Tebal : 426 Halaman
Bahasa : Inggris
Genre : New Adult, Contemporary Romance
Average Rating : 4.36 (per 25 Juli 2014)
Tanggal Dibaca : 25 Juli 2014
Add to Goodreads
Note : Review ini masuk dalam RC Lucky No. 14 Kategori Freebies Time, RC Books in English 2014, RC New Authors 2014

The Edge of Never:   
Twenty-year-old Camryn Bennett had always been one to think out-of-the-box, who knew she wanted something more in life than following the same repetitive patterns and growing old with the same repetitive life story. And she thought that her life was going in the right direction until everything fell apart.

Determined not to dwell on the negative and push forward, Camryn is set to move in with her best friend and plans to start a new job. But after an unexpected night at the hottest club in downtown North Carolina, she makes the ultimate decision to leave the only life she’s ever known, far behind.

With a purse, a cell phone and a small bag with a few necessities, Camryn, with absolutely no direction or purpose boards a Greyhound bus alone and sets out to find herself. What she finds is a guy named Andrew Parrish, someone not so very different from her and who harbors his own dark secrets. But Camryn swore never to let down her walls again. And she vowed never to fall in love.

But with Andrew, Camryn finds herself doing a lot of things she never thought she’d do. He shows her what it’s really like to live out-of-the-box and to give in to her deepest, darkest desires. On their sporadic road-trip he becomes the center of her exciting and daring new life, pulling love and lust and emotion out of her in ways she never imagined possible. But will Andrew’s dark secret push them inseparably together, or tear them completely apart?

Due to sexual content and language, this book is recommended for 17+ – Adult Contemporary Women’s – New Adult Fiction

Posting Bareng BBI Juli 2014 (SickLit)

Note: The Edge of Never sudah diterbitkan di Indonesia oleh Elex Media.

Buku ini aslinya merupakan hadiah yang diberikan satu tahun yang lalu. Yah, karena kedodolan tingkat tinggi, bukunya keselip di kardus yang isinya majalah lama. Untung saja, kemarin bongkar-bongkar kardus dan bukunya ketemu #yaaayy

Wednesday, July 23, 2014

Review: Brother's Keeper

Judul : Brother's Keeper
Author : Elizabeth Finn
ISBN13 : 9781595789822
Edisi : Ebook (Oktober 2012)
Penerbit : Liquid Silver Books
Tebal : 214 halaman
Bahasa : Inggris
Genre : New Adult/Adult, Contemporary Romance
Average Rating : 3.93 (per 24 Juli 2014)
Tanggal Dibaca : 23 Juli 2014
Add to Goodreads
Note : Buku ini masuk dalam RC Books in English 2014, RC New Authors 2014

Brother's Keeper:   
Trapped in a web of hate with no escape, a young woman discovers her attraction to the man determined to protect her may be her undoing. Will time run out, or will he find a way to protect her before her abusive father kills her?

When Rowan is awarded a ballet scholarship to Michigan State University during her senior year of high school, her life’s dream is finally realized. Having lost her mother at an early age and being subjected to the abuse of a destitute drunken father, she has known unimaginable loss and heartache and been left wanting for a better life—a life now within her grasp. But with one ill-fated phone call, her life is turned upside down.

Logan is Rowan's best friend’s older brother whose career is taking off as he prepares to graduate law school and move cross-country to the prestigious law firm that has offered him a very lucrative contract. When Rowan finds herself at Logan’s mercy after he inadvertently learns of the abuse she has suffered at the hands of her father, their lives become intertwined in a way neither ever imagined nor wanted.

In an effort to protect her, but with his own hands tied by her unwillingness to report the abuse, Logan strikes a deal requiring Rowan to stay with him whenever there is a chance her father might be on a drunken binge—which is often. For her agreement and cooperation, he will keep her secret. Soon, their time together weighs on them both, and they find themselves constantly tempted to step outside the bounds of their supposed platonic relationship. But there is no point. The devastating fact of the matter is their lives are moving in opposite directions—a relationship destined to die before it even has a chance to live.

The ever present clock plagues them both as it ticks off the days until they are parted. But one all important question remains—after he leaves, how will he protect her from a father intent on hating her until the day he dies … or the day he kills her?

Genre: Erotic Romance Fiction


Posting Bareng BBI Juli 2014 (Family/Teen)

Mungkin nih ya, dari kovernya sendiri udah nggak terlalu encouraging. Aku sendiri juga nggak terlalu suka kovernya, terutama karena warnanya cuman cokelat. Tapi dibalik kovernya ini, Brother's Keeper punya cerita yang bagus loh.

Monday, July 21, 2014

Amazing Libraries Part 1: Seattle Public Library

 Aku terinspirasi untuk sharing mengenai perpustakaan-perpustakaan terkeren di dunia setelah nonton acara TV dan melihat perpustakaan ini. Yep, Seattle Public Library. Perpustakaan ini terletak di kota Seattle, WA, dan merupakan salah satu perpustakaan terpopuler di Amerika.

Apa sih kelebihan Seattle Public Library? Untuk website-nya, siapa tahu ada yang mau berkunjung ke Seattle, silakan klik disini. Seperti yang kalian lihat di website mereka, SPL menyediakan banyak program edukatif dan juga kegiatan-kegiatan besar. SPL juga punya hampir 2.5 juta koleksi buku. Perpustakaan ini diresmikan tahun 1890, dan juga punya 26 cabang perpustakaan, dimana perpustakaan utamanya (atau biasa disebut Central Library) terletak di Fifth Avenue Seattle.

Saturday, July 19, 2014

Love Letter for Daemon Black

Kali ini, 'korban' surat cintaku adalah Daemon Black. Mau tahu siapa Daemon Black? Baca disini.

Kenapa Daemon Black? Untuk ukuran cowok genre YA, he's unbearably hot. Meskipun di dua buku pertama, well, he's unbearably rude. Pfft. Aku malu mengatakan kalau buku tiga dan empat belum kubaca, malah buku tiga masih mangkrak di rak, posisinya kegeser-geser mulu sama buku-buku lainnya. Tapi tetep aja nih, Daemon Black menempati posisi spesial book boyfriend. Surat ini ketemu di buku PPKN kelas 12 SMA *what?* Membuatmu bertanya-tanya, jangan-jangan di SMA kerjaannya Nina cuma ngilerin cowok ganteng di buku favoritnya? It's true, actually. Haha.

Udah liat kover-kovernya belum? Daemon (atau Pepe Toth) dan si model ceweknya udah tunangan loh :)

Dear Daemon,
Don't go Lux on me, okay? #sembunyidipojokan
Aku memang mengaku menyimpanmu sebagai book boyfriend, tapi aku nggak baca buku tiga dan empat. Pacar macam apa aku ini? Jadi jangan marah, apalagi jealous, karena aku udah memungut banyak cowok-cowok ganteng terlantar di belantara dunia perbukuan dan menjebloskan mereka ke dalam penjara harem pribadiku. You're still special :)

Kalau kata Katy Perry, boy you're so alien. Yah, emang kamu alien kan? Awalnya aku part charmed, part annoyed. Habis kamu nggak sopan banget sih sama aku dan Kat! Aku tahu kamu cuma berusaha melindungi keluargamu, tapi aku nggak bisa ngitung berapa kali aku kepengen nendang kamu. You're hot, protektif, sempurna, dsb. dsb. Kamu nggak perlu dengar aku mengoceh soal kelebihanmu, kepalamu udah cukup gede, entar helmnya ngga muat. Hehe #jayus


Aku pengen kamu tahu, kalau kamu adalah satu-satunya alien di dalam hatiku. Wait a sec. Aku nggak punya BB Alien selain kamu. Malaikat? Banyak. Shifter? Oh, segudang. Manusia biasa? Cukup lumayan. Alien? Hanya dirimu di hatiku. Aku pernah, dalam situasi gila, menuliskan namamu berkali-kali di lembar soal ujian karena bukannya mikir ini biologi mau diapain, aku malah memikirkanmu #halaaah


Aku kepengeeeen banget kamu muncul dalam mimpiku. Bukan apa-apa, aku cuma mau nyari alasan buka buku ketiga dan membacanya sampai tuntas. Apa aku tunggu aja sampai buku lima kelar yak? Bagaimana menurutmu? Karena itulah aku mau kamu memberiku petunjuk. Hatiku masih bergetar kalau keinget kamu, dan sejujurnya aku juga menyukai BB seibumu #lirikChandlerdanCameron Jadi aku berharap kamu segera memberiku sedikit saja mood untuk nyelesaiin kisahmu dan Kat.


Dear Daemon, buatku kamu alien paling tampan dalam sejarah. Semoga kedepannya sifat aroganmu (however well deserved it is) lebih bearable, cintamu pada Kat semakin heboh (aku nggak jealous kok sama Kat, serius!), dan masalahmu dengan keluargamu cepet tuntas. Tapi jangan balik ke planetmu yah, hiks hiks. Kalau kasusnya begitu, aku nangis aja lagi di pelukan Raphael #lho


Love,


Nina


Mungkin kalau Daemon beneran ada dan nyata, dia bakalan mendengus melihat suratku dan membakarnya, lalu balik ke Kat dan menertawakan aku. Aku bisa membayangkannya...

Friday, July 18, 2014

Review: Written in Red

Judul : Written in Red
Seri : The Others #1
Author : Anne Bishop
ISBN : 1101615052 (ISBN13: 9781101615058)
Edisi : Ebook (2013)
Penerbit : Penguin Group USA
Tebal : 448 halaman
Bahasa : Inggris
Genre : Adult, Urban Fantasy, Shifter, Romance (not too much)
Average Rating : 4.35 (per 19 Juli 2014)
Tanggal Dibaca : 18 Juli 2014
Add to Goodreads
Note : Review ini masuk ke dalam RC New Authors 2014, RC Books in English 2014, RC Lucky No. 14 Kategori (Not So) Fresh from The Oven, Parajunkee's Shifter Challenge

Written in Red:   
No one creates realms like "New York Times "bestselling author Anne Bishop. Now in a thrilling new fantasy series, enter a world inhabited by the Others, unearthly entities--vampires and shape-shifters among them--who rule the Earth and whose prey are humans.

As a "cassandra sangue," or blood prophet, Meg Corbyn can see the future when her skin is cut--a gift that feels more like a curse. Meg's Controller keeps her enslaved so he can have full access to her visions. But when she escapes, the only safe place Meg can hide is at the Lakeside Courtyard--a business district operated by the Others.

Shape-shifter Simon Wolfgard is reluctant to hire the stranger who inquires about the Human Liaison job. First, he senses she's keeping a secret, and second, she doesn't smell like human prey. Yet a stronger instinct propels him to give Meg the job. And when he learns the truth about Meg and that she's wanted by the government, he'll have to decide if she's worth the fight between humans and the Others that will surely follow.

“It was easier when all we wanted to do was eat them and take their stuff,” he grumbled.
And it had been easier when he hadn’t cared if he made any of them cry.”
-Simon Wolfgard, Ch. 4

Aku keinget download buku ini di akhir tahun 2013. Waktu itu aku nggak sengaja download ketika jalan-jalan nyari ebook. Karena satu hal dan lainnya, aku baru sempat baca kemarin. Apa yang membuat aku tertarik dulu adalah deskripsinya. Yep. Aku diiming-imingi sekelompok ras yang bernama 'The Others', makhluk-makhluk supernatural yang hidup dan berjalan di sekeliling kita.

Saturday, July 12, 2014

Review: Shield of Winter

Judul : Shield of Winter
Seri : Psy-Changelling #13
Author : Nalini Singh
ASIN : B00G3L7TX6
Edisi : Kindle ( Juni 2014)
Penerbit : Berkley
Tebal : 448 halaman
Bahasa : Inggris
Genre : Adult, Paranormal, Fantasy, Romance, Sci-Fi
Average Rating : 4.41 (per 7 Juli 2014)
Add to Goodreads
Tanggal Dibaca : 1 Juli 2014
Baca Juga :
Note : Review ini masuk dalam RC Lucky No. 14 Kategori Favorite Author, RC Books in English, Parajunkee Shifter Challenge.

Shield of Winter:   
Assassin. Soldier. Arrow. That is who Vasic is, who he will always be. His soul drenched in blood, his conscience heavy with the weight of all he’s done, he exists in the shadows, far from the hope his people can almost touch—if only they do not first drown in the murderous insanity of a lethal contagion. To stop the wave of death, Vasic must complete the simplest and most difficult mission of his life.

For if the Psy race is to survive, the empaths must wake…

Having rebuilt her life after medical “treatment” that violated her mind and sought to stifle her abilities, Ivy should have run from the black-clad Arrow with eyes of winter frost. But Ivy Jane has never done what she should. Now, she'll fight for her people, and for this Arrow who stands as her living shield, yet believes he is beyond redemption. But as the world turns to screaming crimson, even Ivy’s fierce will may not be enough to save Vasic from the cold darkness…

He'd watched her as if she was the only thing in the entire universe, as if she was his version of a Turkish Delight. s if he wanted to devour her whole.
-Ivy Jane, Chapter 11

The man I was, the man I am, the man I will be, the man I want to be, they all belong to you. Always.
-Vasic Zen, Chapter 55

Aku excited banget ketika memulai Shield of Winter. Waktu itu emang belum ada indikasi kalau buku keempat belas bakalan mengusung Aden Kai sebagai tokoh utama. Aku masih sibuk ngiler ketika tahu Vasic, si Arrow dengan kemampuan teleportasi (Psy Tk-V), akhirnya akan ditaklukan seorang wanita.

Review: A Street Dream - The Evergreen Architecture

Judul : A Street Dream - The Evergreen Architecture
Author : Angel G.
Edisi : Paperback (November 2013)
Penerbit : Evergreen Creative House
Tebal : 510 halaman
Bahasa : Indonesia
Genre : New Adult, Contemporary
Average Rating : 4.38 (per 7 Juli 2014)
Tanggal Dibaca : 14 Juni 2014
Add to Goodreads
Note : Review ini masuk dalam RC Lucky No. 14 Kategori Chunky Brick, RC New Authors 2014

A Street Dream:   
“Just like a dream I ’ve found on the street—tak peduli kau arsitek atau bukan, arsitektur paling agung tetaplah bangunan bernama kehidupan.
Penari atau DJ, rapper atau pembalap liar, apapun, all is good, jadilah arsitek untuk kehidupanmu sendiri...
Seperti pepohonan evergreen yang selalu hijau, waktu dan musim bisa mengubah segalanya, tapi tidak dengan siapa dirimu sebenarnya...” - Sean Walker

Menyimpan mimpi untuk mengubah dunia dengan kejujuran, jutawan muda Sean Walker mengubur masa lalu gelapnya di balapan liar hutan evergreen bersama kisah misterius lenyapnya Billy. Ketika kehidupan barunya sebagai pembalap nasional sekaligus mahasiswa biasa di departemen arsitektur malah mempertemukannya dengan sahabat-sahabat tak biasa:

Nathan Evan—mahasiswa miskin nyaris dropped out yang berjuang menjadi DJ berbekal sepasang turntable tua, di tengah trauma akan kematian adiknya yang tertembak dengan kepala pecah dalam perkelahian gangster di club kota.
Rachel Scott—mahasiswi arsitektur teladan yang tak pernah percaya pada mimpi. Hingga George Thomas—mahasiswa Departemen Musik yang membawa handgun kemana pun, rapper mantan penghisap ganja yang lahir dari kerasnya kehidupan kumuh ghetto penuh kriminalitas.

Cerita anak-anak muda yang mempertaruhkan sebuah keyakinan, mengejar mimpi, dan mencari arti kejujuran yang akhirnya malah mereka temukan di jalan jalan pinggiran kota. Mulai dari kisah imigran gelap yang menjadi pembalap kriminal di pinggir pelabuhan, corat-coret pemberontakan dalam graffiti ilegal di dinding lorong lorong kota, cinta seorang stripper, hingga penari dan rapper-rapper jalanan yang mengejar mimpi di bawah garis kemiskinan. Mulai dari nyaris terbunuh berandal-berandal kota yang berjuang bertahan hidup, anak kecil buruh perkebunan yang mengajarkan makna terbang tanpa sayap, hingga cerita kakek tua yang menjadi penyanyi jalanan di atas kursi roda.

Semua akhirnya menguak filosofi indah di balik kisah lenyapnya Billy serta mimpinya dan Sean yang tak pernah berubah: mimpi untuk mengubah dunia... dengan murninya sebuah kejujuran hati.

“Dreaming is a dangerous business, but it never hurts anyone, it's their fright does.”

Sebelumnya, aku minta maaf karena terlambat review. Satu-satunya defense aku adalah karena UAS yang baru kelar hari Jumat kemarin. Jadi untuk merayakannya, aku mau pasang dua review sekaligus hari ini.

Saturday, July 05, 2014

Update: New Authors Reading Challenge Mei-Juni


Holaa~~
Hari ini tanggal 6 Juli ya kan? Baru dapat kabar gembira (atau buruk?). Jerman bakalan maju ke semifinal Piala Dunia 2014. Eh, tunggu. Ini berita kemarin. Hari ini, Belanda dan Argentina lolos juga ke semifinal.

But, hey, postingan ini bukannya untuk update Piala Dunia. Aku keinget harus bikin update bulan Mei-Juni karena hari ini aku nunggu open house Skype temen-temen organisasi. Jadi sambil nunggu mereka semua bangun dari tidur-pasca-sahur, aku buru-buru bikin ini.

Bulan Mei dan Juni, sayangnya aku sibuuuk banget. Selain nyiapin konferensi, interview jadi panitia (walaupun gak jadi), persiapan UAS (yang sampai hari ini belum kelas), ujian praktikum, sakit singkat selama 4 hari, ada berbagai macam faktor lainnya (seperti kemalasan akut). Akhirnya, 2 bulan ini aku hanya bisa baca 9 buku, dan hanya dua yang masuk kategori New Authors. Lainnya ke Nalini Singh dan J. Lynn.

1. Full Measures by Rebecca Yarros (Juni)
2. A Street Dream - The Evergreen Architecture (Juni)

Kayaknya buku nomer 2 ini reviewnya hari Selasa aja deh. Senin masih UAS dan buka bersama, hari ini mau interview.

Oke, karena sudah ada panggilan, aku pergi dulu. Ciao~

Love Letter for Archangel Raphael


Duluuu banget, waktu aku pertama kali ngebaca Guild Hunter, aku kebawa-bawa cerita itu sampai di kelas (saat itu aku masih SMA). Kebetulan lagi, waktu itu gurunya ngebosenin banget, dan teman sebangkuku sendiri asik ngegambar. Aku akhirnya ngebikin 'surat cinta' untuk Raphael, itung-itung biar gak ketiduran di kelas. Aku lupa soal surat itu sampai aku ngebongkar barang-barang jaman SMA dan nemu suratnya nyelip di buku paket.

Kepikiran deh. Semua tokoh cowok fiksional yang jadi 'book boyfriend' resmi seorang Nina kayaknya perlu dapat surat cinta dari Nina. Biar mereka tahu isi hatiku (it's not like they'd ever read those letters :/) Dan tadaa, jadilah meme gak jelas ini. Surat cinta pertama kali ini untuk Archangel Raphael (dikutip dan dimodifikasi dari surat aslinya).

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...