Saturday, August 31, 2013

RC Update: Nora Roberts and J. D. Robb Read-a-Long


Nggak terasa sekarang udah 31 Agustus. Pertama, Happy Birthday buat kakakku M. Mukhlis Abdillah yang ke-25 *numpang ngeksis*

Dan yang kedua, akhirnya Ospek di Departemen Fisika Universitas Airlangga hari ini resmi kelar. Yeeey! XD FYI, saat ini kami tidak menyebut kegiatan ini sebagai ospek, melainkan PPKMB alias Program Pembinaan Kebersamaan Mahasiswa Baru.

Eniwei, karena badanku lagi remuk banget rasanya, ditambah pilek, lalu juga kecapekan seminggu ini dateng jam 5.30 pulang jam 19.00, saya nggak panjang-panjang nulisnya. Yang penting progres to? Karena bulan Juli dan Agustus updatenya digabung, makanya aku jadiin satu disini.

Oke.
Yang pertama di bulan Juli. Di bulan Juli dan Agustus, aku ngebaca J. D. Robb semua karena aku pengen nyelesaiin In Death tahun ini. Jadi, di bulan Juli aku hanya bisa baca Survivor In Death (#20) dan Origin in Death (#21). Di Survivor, satu-satunya korban selamat pembantaian satu keluarga tinggal di rumah Eve dan Roarke. Sementara Eve berusaha memecahkan kasusnya, dia dan Roarke akhirnya mulai bicara rada serius soal punya anak. Which is very scary, to Eve's mind. Sedangkan di Origin, Eve mencurigai dua dokter terkenal dan paling dihormati melakukan sesuatu yang tidak etis. Apalagi karena dua orang dokter itu dibunuh dengan cara yang sama, oleh orang yang sama, sementara rahasia mereka terbongkar.

Di bulan Agustus, aku juga total cuma bisa baca tiga buku. Pertama karena sibuk mudik, lalu sibuk nyiapin ospek--eh, salah. PPKMB. Sedangkan kemarin seminggu penuh ngejalanin ospek. Bisa makan dua kali sehari aja udah bagus -,- Jadi, selama bulan Agustus, aku cuma baca Memory in Death (#22), Haunted in Death (#22.5) dan Born in Death (#23). Di Memory, Eve kedatangan 'tamu' dari masa kecilnya: ibu asuhnya saat Eve masih baru saja ditemukan. Si ibu asuh itu berniat memeras Eve-Roarke dan membawa kenangan mengenai keburukan masa kecil Eve ke permukaan--masa kecil saat Eve dirawat si ibu asuh. Tapi, karena ibu asuh Eve itu akhirnya ditemukan tewas menjelang hari Natal, Eve akhirnya memimpin penyelidikan pembunuhan itu meskipun dia nggak suka sama si ibu asuh. Ini Natal kedua Eve dan Roarke, dan lebih sukses dibandingkan Natal pertama mereka (Holiday in Death, #7). Di Haunted in Death, gedung di Twelfth Avenue menjadi lokasi pembunuhan, sedangkan dulunya, seorang bintang muda terkenal dikabarkan tewas/menghilang di gedung itu. Eve ingin membuktikan bahwa gedung Twelfth Avenue itu nggak berhantu dan yang Eve hadapi adalah seorang manusia, bukan makhluk supernatural. Born in Death lebih seru. Mavis akhirnya mau melahirkan, sodara-sodara! Di tengah kehebohan Eve membantu persiapan kelahiran bayi Mavis-Leonardo, Eve menyelediki kasus kematian dua akuntan dan penculikan teman Mavis (yang sama-sama hamil tua), sedangkan kedua kasus itu mulai tampak saling berhubungan.

Jadi begitulah lima buku J. D. Robb yang aku baca. Buat Nora, karena sampe sekarang belum nemu siapa yang punya bukunya buat dipinjem *hehe* jadinya aku belum baca.

Semoga aja bulan depan progresnya lebih banyak, dan bisa nyelesaiin In Death dalam setahun ini. Minimal sampai nomer 36 lah, Thankless in Death.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...