Thursday, March 07, 2013

Friday's Recommendation #1: Fissure

Ini meme pertama dari Mbak Ren @ Ren's Little Corner yang aku ikutin :) Biar rame aja sih blognya.

Aturan meme ini sederhana. Ada dua jenis rekomendasi, yang pertama dan sifatnya mutlak adalah Rekomendasi Buku untuk Diterjemahkan. Jika tidak ada buku yang direkomendasikan untuk diterjemahkan, maka bisa memilih pilihan kedua, Rekomendasi Buku Pilihan. Hanya boleh milih satu buku, so I'll just start


Hari ini, aku pengen ngerekomendasiin Fissure, buku pertama dari The Patrick Chronicles, untuk diterjemahkan.

Fissure (The Patrick Chronicles #1) by Nicole Williams




Patrick Hayward’s never been a one woman type of guy, that’s why he never dates just one. However, still reeling the loss of the one woman he took a chance on falling in love with to his older brother, Patrick is enrolled—sequestered, if you asked him—at Stanford in hopes of breaking him out of his months long, beard growing, rootbeer chugging, hygiene impaired, funk.

Something breaks when a certain Emma Scarlett storms into his life his first week on campus as he’s suntanning and cat calling when he should be in class. Emma sees through his act and calls him out like she’s seen his kind a million times before, but Patrick knows he isn’t one of a million, he’s one in a million. 

Intrigued by this fascinating creature that is ignorant to his charm, surrounded by four older brothers who look at Patrick like he’s a bug they could squish, and dating the same guy for the past six years who gives new meaning to the term territorial boyfriend, Patrick gravitates to her, knowing she’s everything he shouldn’t fall for.

So, of course, he can’t help himself.

Forcing the stars to realign and slapping fate in the face, Patrick takes matters into his own hands and finds a way to wrangle his way into Emma’s life at every chance. As Emma begins to open up to him, he’s about to discover she’s thwarted by as many secrets as he is. 

But hers are the kind that make you want to keep your light on at night.

Patrick never could have imagined a more unhappy ever after for himself than the one he's about to face.


Genre buku: New Adult, Paranormal Romance, College Life
Rating Rata-Rata Goodreads: 4.17


Kenapa aku milih buku ini? Yah, karena meskipun POV cowok itu bukan hal yang langka, tapi Patrick itu lucu. Patrick is the kind of hero you'll like, kalau bisa mengesampingkan fakta dia itu tipe womanizer. Patrick charming, menarik, flirty, tapi ketika dia ketemu sama cewek yang dia anggap sebagai soulmatenya, dia bisa jadi romantis, perhatian, dan protektif. Sementara Emma, dia nggak punya nyali sih, tapi tetep lovable.

Nicole Williams menggunakan jenis kalimat dan frase yang lucu, fresh, dan menghibur. Baca buku ini bakalan sering ketawa deh. Dari segi sensualitas juga nggak terlalu parah kok, jadi kalau penerjemahnya bisa menerjemahkan dengan tepat, dijamin buku ini bisa jadi bacaan yang enak buat dibaca.

Wednesday, March 06, 2013

Naked in Death (In Death #1)


Source : Goodreads

Judul : Naked in Death (In Death #1)
Author : J.D. Robb (nama pena lain dari Nora Roberts)
ISBN 13 : 9780749934064)
Edisi : English Ebook (First Published 1995)
Genre : Adult, Romantic Suspense, Science Fiction, Mystery Thriller



Naked In Death:   
The first book of the In Death series, featuring New York City homicide detective Lieutenant Eve Dallas and Roarke.

It is the year 2058, and technology now completely rules the world. But New York City Detective Eve Dallas knows that the irresistible impulses of the human heart are still ruled by just one thing-passion. When a senator's daughter is killed, the secret life of prostitution she'd been leading is revealed. The high-profile case takes Lieutenant Eve Dallas into the rarefied circles of Washington politics and society. Further complicating matters is Eve's growing attraction to Roarke, who is one of the wealthiest and most influential men on the planet, devilishly handsome . . . and the leading suspect in the investigation.

"Roarke, what's going on here?" 
"Lieutenant." He leaned forward, touched his lips to hers. "Indications are we're having a romance.” 

Aku ‘kenalan’ sama J.D. Robb setelah ngeliatin blognya Mbak Ren. Mbak Ren ngefans berat sama serial In Death, dan juga sering banget nyebut-nyebut Roarke. Aku jadi penasaran, terutama penasarannya sama Roarke. Sejujurnya ini pertama kalinya aku baca Nora Roberts atau J.D Robb (duh, kemana aja sih?!).

Dan aku nggak dikecewakan. I am hooked from the very first page of this book. Dan semakin mengenal dua karakter utamanya, Eve Dallas dan Roarke, aku jadi ngerti kenapa Mbak Ren obsesig banget sama Roarke. Eve dan Roarke langsung masuk daftar top couple (versiku :D) dan meskipun pada awalnya aku agak ragu ngikutin serial In Death (bukunya itu lho, 30 lebih. Intimidating banget). Tapi ya, sepadan deh. Kayaknya aku juga harus rela baca versi English-nya (not that I don’t like to), karena aku ketinggalan belinya di Gramed dan kalo baca sekaligus kasian dompetnya *hmph.

Oke, sekarang masuk ke topik bukunya. Lieutenant Eve Dallas diminta menjadi penyidik utama dalam kasus pembunuhan Sharon DeBlass, seorang licensed companion (semacam prostitute tapi punya izin gitu lah). Turns out, kematian Sharon itu hanya pembunuhan pertama. Ketika korban kedua jatuh, Eve akhirnya berhasil menarik nama-nama daftar tersangka. Salah satunya adalah Roarke. Tapi setelah akhirnya mengenal Roarke, Eve yakin banget Roarke itu nggak bersalah. Eve berusaha memecahkan kasus itu sekaligus membersihkan nama Roarke dari daftar tersangkanya.

Biar kudeskripsikan dulu Roarke. Devastatingly handsome. Ridiculously wealthy. Delectable body. Powerful. Peka. Protektif. Incredibly hot. Loyal. Cerdas. Charming. Thoughtful. Wicked sense of humor. Has romantic streaks a mile wide. And in love with Eve. Terlebih lagi, he’s human, with heart and humanity. Dia bisa saja arogan (lha wong dia kaya dan ganteng gitu -.-), tapi Roarke bisa merasakan ketakutan, embarrassment, geli, dan juga cinta. Aku jatuh cinta sama Roarke, hanya dengan satu buku. Roarke terbuka dan gak muter-muter berusaha menyembunyikan perasaannya pada Eve. Aku belum pernah ketemu hero yang se-flawless seorang Roarke. And more, I am a sucker for dark hair, blue eyes, and Irishmen *phew* Roarke adalah total package, pacar fiksional sempurna.

Eve Dallas juga model heroine yang sempurna. Dia seorang polisi, berarti dia tipe cewek taat hukum dan juga berdedikasi dalam pekerjaannya. Keras kepala, instingtif, cerdas. She can kick asses. Dari segi fisik, Eve mungkin bisa dibilang cantik tapi berantakan. Dia gak matre, gak terlalu mentingin fashion, punya hati  dan empati segede Texas XD She's awesome. Meskipun begitu, masa kecilnya sedikit kelam, dan aku bisa menebak apa yang terjadi padanya. But think about it, mana ada sih cerita Adult Romance yang tokoh  uatama cewek dan cowoknya 'bersih'? Pasti ada lah yang disembunyikan di masa lalu mereka. Bisa diliat juga chemistry antara Roarke dan Eve terbentuk dengan rapi. Instant attraction, setidaknya dari sisi Roarke. Mereka cocok satu sama lain.

Setting bukunya berada di tahun 2058, dimana J.D. Robb mendeskripsikan umat manusia bakalan bergantung pada teknologi dalam setiap kegiatannya. Untuk buku yang diterbitkan di tahun 1995, J.D. Robb berhasil memprediksi perkembangan teknologi, dan juga menggunakan bahasa yang nggak terkesan 'jadul' atau out-of-date. Di dalam serial ini, teknologi memang mengambil alih setiap aspek kehidupan manusia, dan meskipun begitu, bukan jenis dunia yang bisa dibilang dystopia. Hanya jenis setting waktu masa depan saja.

Cerita tentang pembunuhan-pembunuhannya memang nggak terlalu kupahami dan aku sedikit ketinggalan alurnya (aku nggak begitu suka sama cerita investigasi seperti ini), tapi aku suka sama keseluruhan bukunya. Sebagai pembuka sebuah serial, I think the book is off the chart :)) Jadi walaupun aku bukan fans berat cerita suspense, buku ini berhasil membuatku kepengen baca buku-buku berikutnya.







Tuesday, March 05, 2013

Jabril (Vampire in America #2)


Judul : Jabril (Vampires in America #2)
Author : D.B. Reynolds
ISBN13 : 9781933417516
Edisi : English Ebook (2011) by Imajinn Books
Genre : Adult, Fantasy, Vampires


Houston, Texas-Cowboy boots, baseball and journeys to the stars . . . right? Wrong. Because Houston is also home to Jabril Karim, one of the eight powerful Vampire Lords who control all of North America. And as Private Investigator Cynthia Leighton will soon discover, not all Vampire Lords are created equal. For Jabril is the face of evil in the new world, a vampire who values no life but his own, who enslaves those he desires, steals whatever he covets and destroys anyone who stands in his way. Running from L.A. and its seductive Vampire Lord, Raphael, Cyn sees the Houston job as a welcome refuge, a place to get away and heal her broken heart. But Texas will be no vacation. For in Jabril Karim, Cyn will confront a true enemy, one who will go to any lengths to satisfy his lusts, enrich his coffers and expand his power. Fighting for the lives of two young sisters, Cyn's journey will take her through the streets of Houston and back to L.A., where the human police are determined to bring Raphael down for the murder of one of their own. But the danger doesn't end there. For Jabril has set his sights on Cyn, and he will stop at nothing to have her. -  Goodreads

Setelah hampir setahun, akhirnya aku bisa bikin reviewnya. Jabril adalah buku kedua Vampires in America, dan review Raphael bisa dilihat di sini.

Serial ini awalnya direkomendasikan sama Carrie Fort, teman Goodreads-ku yang sebenarnya minta aku ngereview karena dia bingung mau beli apa nggak. Yah, karena aku lagi nganggur ya aku baca aja Raphael. Ternyata aku lumayan suka sama Raphael, dan karena jengkel juga itu endingnya gak jelas, aku cari buku keduanya.

Cynthia Leighton, heroine di buku pertama, disewa oleh Jabril Karim, pemimpin teritori Texas, untuk menemukan Elizabeth, anak asuhnya yang kabur. But he's a dickhead, dan beberapa tahun yang lalu memaksa Mirabelle, kakak Elizabeth, menjadi vampir karena menginginkan warisan mereka. Cynthia, yang nggak merasa simpatik sama sekali pada Jabril, akhirnya malah membawa Mirabelle kabur ke LA, teritori Raphael.

Sementara itu, LA sedang berurusan dengan pembunuh berantai, dan Raphael adalah tersangka utamanya. Cynthia yakin Raphael nggak bersalah, dan dia berusaha membuktikannya dan juga mencari Elizabeth agar nggak keduluan si Jabril.

Setidaknya di buku ini masalah Cynthia dan Raphael selesai. Perlu diingat, Raphael kabur dari LA karena ingin menjauhi Cynthia. Jelas dong mereka saling jatuh cinta, dan jelas banget kalau mereka cocok. Sementara itu, Jabril adalah contoh buruk seorang Lord vampire dan benar-benar brengsek sampai ke tulangnya. Di buku ini, juga nggak terlalu banyak intrik. Aku malah jadi makin suka sama Duncan, orang keduanya Raphael, dan kesel sama Mirabelle yang nggak punya nyali.

Buku ketiganya masih dalam proses reviewing, dan sebenarnya aku udah agak lupa sama ceritanya Rajmund. Cynthia dan Raphael kayaknya masih bakalan jadi karakter di buku-buku lainnya, dan juga bukan karakter sampingan. Mereka masih berperan besar. Dan dari sisi sensualitas, Jabril nggak terlalu erotika deh menurutku. Di separuh pertama buku, Cynthia masih berusaha memaafkan Raphael soalnya.


Fifty Shades Freed (Fifty Shades #3)


Judul : Fifty Shades Freed (Fifty Shades #3)
Author : E.L. James
ISBN :1612130607 (ISBN13: 9781612130606)
Edisi : English Paperback (Januari 2012) by The Writer's Coffee Shop Publ. House
Genre : Adult, Contemporary, Romance, Erotica

When unworldly student Ana Steele first encountered the driven, damaged young entrepreneur Christian Grey, it sparked a sensual affair that changed both their lives irrevocably. Shocked, intrigued, and ultimately repelled by Christian's singular sexual tastes, Ana demanded a deeper commitment; determined to keep her, Christian agreed. Now, together, they have more-love, passion, intimacy, wealth, and a world of infinite possibilities. But Ana always knew that loving her Fifty Shades would not be easy and being together poses challenges neither of them ever anticipated. Ana must somehow learn to share Christian's opulent lifestyle without sacrificing her own integrity, identity, or independence; Christian must somehow overcome his compulsion to control and lay to rest the horrors that blighted his past and haunt his present. Just when it seems that together their love can conquer any obstacle, tragedy, malice and fate combine to make Ana's worst nightmares come true. - Goodreads

Buku terakhir trilogi Fifty Shades.

Sayangnya, Fifty Shades Freed nggak memenuhi harapanku sebagai dessert buat penutup seri ini. Aku entah kenapa lebih suka sama buku keduanya. Aku sendiri nggak tahu kenapa. Mungkin karena akhirnya aku bosen sama masalah Christian-Ana yang itu-itu aja. Christian yang overbearing, gampang cemburu, terlalu protektif. Sweet, iya. But sometimes he acts like an adolescent. Ana, masih juga insecure.

Ana dan Christian menikah--akhirnya! Setelah 'pacaran' cuma sekitar tiga bulan--and that's weird, even for me--mereka memutuskan buat menikah. Menikah bukan berarti masalah mereka selesai. Masih ada masalah Ana yang masih terganggu dengan fakta Christian dulu berhubungan dengan Elena, wanita yang memperkenalkan Christian dengan dunia BDSM. Christian is still the kinky fifty shades, but hot anyway. Ada juga ancaman dari pihak lain yang sepertinya mengincar Ana dan Christian.

Mungkin bisa dibilang aku mulai bosan, habis rasanya kok diulang-ulang terus polanya. Ana yang masih insecure dan naif banget, Christian yang masih terlalu tukang atur dan pemaksa, dan isu-isu hubungan mereka yang teteep aja dari dulu sampai sekarang. Meskipun aku merasa ada yang off dan kurang di buku ini, endingnya juga agak maksa deh ya. Seolah harus dipanjang-panjangin masalahnya *whew*

Secara keseluruhan aku suka sama serialnya. Ada yang bilang Fifty Shades mau diterjemahkan ke bahasa Indonesia. But excuse me, tapi kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, pasti bakalan terjadi penyensoran besar-besaran dan akibatnya malah esensi buku ini nggak kerasa. Ini menurutku sebagai pembaca versi English lho ya. Karena ada juga yang berpendapat justru isu-isu mengenai Dom/sub –yang sebenarnya juga merupakan akar permasalahan antara Ana dan Christian—di serial ini yang bikin ceritanya menarik. Dan aku tahu di Indonesia BDSM itu nggak dikenal luas (kecuali oleh pembaca-pembaca English yang kebetulan aja pernah baca). Penerjemahannya apa nggak jadi rumit ya?

Oya, selain itu, tahun 2014 dikabarkan kalau Fifty Shades juga bakal jadi film. Christian Grey konon katanya bakalan diperankan Ian Somerhalder (yang cinta mati sama The Vampire Diaries pasti tahu kok). Hm, penasaran juga jadinya.

Yak. Bukunya sudah habis, endingnya begitu juga, nggak kerasa menggigit. Agak sedih juga sih serialnya udah habis, tapi lebih karena aku mengharapkan ending yang lebih bagus. Secara keseluruhan dapet tiga setengah bintang buat serial ini. Daripada buku ketiga, aku masih milih buku keduanya :)

Hearts in Darkness



Judul : Hearts in Darkness
Author : Laura Kaye
ISBN13 : 2940012668929
Edisi : English Kindle (April 2011) by The Wild Rose Press
Genre : Adult, Romance, Contemporary

Makenna James thinks her day can't get any worse, until she finds herself stuck in a pitch-black elevator with a complete stranger. Distracted by a phone call and juggling too much stuff, the pin-striped accountant caught only a glimpse of a dragon tattoo on his hand before the lights went out.

Caden Grayson is amused when a redhead literally falls at his feet. His amusement turns to panic when the power fails. Despite his piercings, tats, and vicious scar, he's terrified of the dark and confined spaces. Now, he's trapped in his own worst nightmare.

To fight fear, they must both reach out and open up. With no preconceived notions based on looks to hold them back, they discover just how much they have in common. In the warming darkness, attraction grows and sparks fly, but will they feel the same when the lights come back on?
- Goodreads

“I love...that elevator,” she said.

With a sleepy smile and a full heart, he turned his head and kissed into her soft hair. “Aw, Red. I love that elevator, too.” 

Pertama buku Laura Kaye yang kubaca adalah tentang foursome *haiiih* dan meskipun bagus, tapi karena menage bukan jenis genre yang terlalu populer di Indonesia, aku jadi nggak ngereview bukunya—toh buat apa juga -_-

Sebelumnya selain si foursome tadi (alias Just Gotta Say), aku sudah nandain Hearts In Darkness sebagai to-read di pertengahan 2011. Blurbnya sedikit bikin penasaran. Dan ketika baca beberapa hari yang lalu, satu kata adalah wow. Sedikit banyak bukunya mirip sama The Statistical Probability of Love at First Sight, punyanya Jennifer E. Smith. Plotnya serupa tapi tak sama.

Makenna James dan Caden Grayson terjebak sendirian di dalam lift yang mati. Gelap gulita dan nggak sempet lihat wajah satu sama lain, Makenna dan Caden mulai ngobrol. Mereka akhirnya ngerasa dekat satu sama lain, meskipun ya itu tadi. Mereka nggak tahu wajah yang lainnya. Akhirnya dimulailah mereka ngobrol soal macem-macem—mulai dari keluarga sampai ketakutan mereka masing-masing. Kemudian mereka berdua berciuman, and it’s gotten hotter from there.

Apa yang terjadi ketika listrik nyala lagi dan mereka harus berpisah?

Kayaknya aku mulai suka alur instant attraction seperti TSPOLAFS (Jennifer E. Smith) dan Hearts in Darkness. Di buku ini, Caden itu cowok sangar di luar, tapi bagian dalamnya dia itu klaustrofobik, setia, romantis, sweet. Makenna juga tipe yang cerdas, berani, dan compassionate. Makenna udah bersimpatik sama Caden sejak Caden mengaku dia nggak suka gelap, dan makin simpati saat tahu alasan Caden. Caden sosok hero yang tersiksa dan dia juga agak-agak nggak yakin dengan dirinya sendiri, tapi itulah yang membuatnya berbeda dari cowok-cowok lain.

Laura Kaye itu bisa bikin sebuah kejadian sederhana menjadi kisah yang lebih romantis. Terjebak di lift, mungkin ada cukup banyak kejadian (aku juga pernah kok), tapi kemudian kebetulan dua orang ini kejebak barengan. Ada lagi buku-bukunya yang juga menarik, meskipun semua jagoan cowoknya biasanya juga jenis tortured hero (contohnya Marco di Her Forbidden Hero atau Lucas di Just Gotta Say). Cowok-cowok yang terluka sampai-sampai mereka nggak yakin untuk melanjutkan hubungan dengan si cewek. Seingatku kedua cowok tadi terluka karena perang (that’s why I loathe war). Hearts in Darkness alurnya ringan, pemilihan kata Laura Kaye juga enak dan nggak berlebihan, ceritanya romantis. It's a pretty good book.

Well, kovernya juga unik, bagian punggung cowok bertato—Caden. Ceritanya rapi, karakternya lovable. Rating rata-ratanya di GR itu 3,8 jadi kurasa fair kalau ratingku sendiri 4 bintang.




Friday, March 01, 2013

February's Reading Challenge Update

Bulan Februari kemaren--yang notabene bulan pendek karena cuma ada 28 hari--setelah aku kilas balik, ternyata aku lumayan produktif juga. Mungkin karena libur panjang semesteran ya, jadi di rumah ngga ada kerjaan dan akhirnya nangkring terus di kamar sambil pegang e-reader. Selama sebulan itu aku berhasil baca tiga belas buku, nyaris semuanya edisi English *yaaaay!!* Yang nggak English cuma Blessed Heart dan Perahu Kertas, dan sayangnya kedua buku itu nggak terlalu memuaskanku. Perahu Kertas bagus sih, dan Blessed Heart malah belum kelar--tapi ditandain aja. Sebenarnya malah baca lima belas tapi karena yang dua itu re-read buat RC What's In A Name, ya udah ga diitung.







Namanya juga Update, jadi aku laporan dong bulan ini aku udah nyelesaiin apa aja. Link-nya maaf ya kalau lewat Page (ituuu, di pojok kanan ada Page yang judulnya 2013 Reading Progress, link-nya ada di sana semua), karena kalo nge-link satu-satu di post yang ini malesss -,-

Atau klik saja di sini untuk melihat daftarnya.

Anyway, ini dia. Yang pertama adalah 2013 RC What's In A Name, yang di-host oleh Mbak Ren di Ren's Little Corner. RC ini aturannyanya sederhana, kita membaca buku dengan nama tokoh sebagai judulnya. Ada banyaaak banget yang rencananya mau aku baca dan banyak juga yang re-read (karena boleh lho pake re-read).

Bulan ini aku nyelesaiin empat buku, yaitu Raphael (re-read), Jabril (re-read), Catching Caroline, dan Dante's Girl. Kesemuanya dapet rating fair, rata-rata empat. Raphael dan Jabril merupakan bagian dari serial Vampires in America karangan D.B. Reynolds, sedangkan Catching Caroline adalah buku berseting historical karya Sylvia Day (penulis Crossfire). Dante's Girl adalah buku non-fantasy yang ditulis oleh Courtney Cole dan buku pertama dari serial Paradise Diaries.


RC kedua yang aku ikuti adalah Books In English. Menurutku aturannya malah lebih gampang lagi, dan juga merupakan jenis favoritku. Yak, aku harus baca buku-buku berbahasa Inggris. That's easy. Bulan ini ada banyak yang belum sempet kubikin reviewnya (modemku ketinggalan di rumah sih), jadi sementara aku list aja. Ada 11 buku dalam sebulan, dan ini jelas progress banget buat aku yang biasanya gak sampe delapan buku sebulan.

Dimulai dari Fissure (The Patrick Chronicles #1), Until I Die (Revenants #2), Stand-In Star, Dante's Girl, Catching Caroline, For The Love of A Vampire (Blood Like Poison #1), Underworld (Abandon Trilogy #2), Hearts In Darkness, Love Unscripted (Love #1), Crow's Row (Crow's Row #1), dan Storm Glass (Glass #1). Banyak juga ya yang buku pertama.

Sebulan ini aku juga banyak baca buku non-fantasi (yang merupakan genre favoritku), misalnya aja Stand-In Star, Dante's Girl, Crow's Row. Malah untuk pertama kalinya aku baca buku tentang Stockholm Syndrome, kemudian ikut dikejar-kejar paparazzi, kejebak di lift yang mati, dan merasakan baca dari perspektif seorang cowok. That was incredible and highly amusing.

Kalau dihitung-hitung, berarti dalam dua bulan aku udah nyelesaikan tujuh belas buku, nyaris sepertiga dari targetku yang turun drastis dari tahun sebelumnya. Whoaa. Tapiii, mengingat semester dua ini aku bakalan kena kelas kejar tayang, kayaknya bulan-bulan berikutnya malah lebih lambat deh. Buatku dua buku seminggu itu sudah cukup, padahal targetnya sebulan lima buku. Dan lagi-lagi, ini progress *jingkrak-jingkrak*. Tapi bisa jadi karena bulan kemarin aku liburan, dan bulan Maret aku sudah mulai kick back ke urusan kuliah, tapi sesuai resolusiku, aku nggak bakalan mengabaikan tugasku sebagai seorang blogger :)

Happy reading bulan Maret nanti!

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...