Thursday, January 31, 2013

2013 Challenge

Karena hari ini aku memutuskan jalan-jalan dan stalking blog-blog temen-temen BBI lainnya, aku jadi menemukan beberapa challenge yang bikin aku tertarik. Sempet bingung juga apa dengan kegiatanku nanti bisa terpenuhi semua ini RC. Di sisi kiriku, setannya bilang 'ayoo, ikut aja, mumpung ada kesempatan' yang di sisi kananku malaikatnya bilang 'jangan banyak-banyak Ninaaa...nanti kamu gak bisa selesai'. Tapi akhirnya aku mengacungkan jari tengah pada sisi kanan dan ngikut beberapa RC. Emang ada sedikit ragu sih, soalnya aku sendiri orangnya agak pemalas. Dan akhirnya setelah aku ngeliat RC apa yang cocok buat pace membacaku dan juga genreku, akhirnya aku milih tiga RC aja selama tahun ini.

RC pertama itu RC wajib dari Goodreads. Karena tahun lalu RC-ku gak lulus, akhirnya tahun ini aku kurangin jumlah bukunya :(


Tahun lalu aku nargetin 100 buku dan ternyata cuma masuk 93 buku. Merasa bersalah juga sih, karena kok kayaknya males banget sampe-sampe target sendiri nggak kesampaian. Akhirnya tahun ini aku cuma nargetin 60 buku alias 5 buku tiap bulan. Rasanya sih nggak terlalu muluk-muluk.

Kemudian RC kedua di-host sama Mbak Ren @ Ren's Little Corner. Nama RC-nya What's In A Name Reading Challenge.



Disini, aku harus baca buku dengan nama tokoh di kovernya. Karena ada beberapa level yang bisa kupilih, aku milih Level 3: You Know My Name dengan target 15 buku. Ini rencana bukunya, meskipun aku ragu buat nomer 15 itu soalnya belum sempet beli. Tapi yah, dicoba aja nggak papa kan? :D






  1. Lola And The Boy Next Door - Stephanie Perkins
  2. Anna and The French Kiss - Stephanie Perkins (re-read)
  3. In Honor - Jessy Kirby (re-read)
  4. Jane - April Lindner (re-read)
  5. Gabriel's Rapture - Sylvain Reynard (re-read)
  6. Raphael - D.B. Reynolds (re-read)
  7. Rajmund - D.B. Reynolds (re-read)
  8. Sophia - D.B. Reynolds
  9. Duncan - D.B. Reynolds
  10. Grounding Quinn - Steph Campbell
  11. Alice in Zombieland - Gena Showalter
  12. Dante's Girl - Courtney Cole
  13. Hunting Lila - Sarah Alderson
  14. Clarity - Kim Harrington
  15. The Unbecoming of Mara Dyer - Michelle Hodkin



RC ketiga ini lebih gampang (buatku) karena aku doyan banget buku English, dan ini kesempatan buat dapet hadiah juga :D Mbak Peni @ Ketimbun Buku yang nge-host. Judulnya ya 2013 Books in English Reading Challenge. Persyaratannya lumayan gampang dan aku juga jadi makin termotivasi.

Bulan Januari sih aku belum bikin review karena aku telat daftarnya. Tapi bulan Februari aku berencana bikin empat sekaligus (Fissure, Until I Die, Opal, dan Underworld). It's to make up the lost time in January.


Masalahnya tinggal satu: bisakah aku nyelesaiin ketiga RC ini. Karena aku tahun ini lumayan termotivasi, jadi aku optimis bisa. Mungkin pada bulan-bulan berat (alias bulan UAS) aku baru bakalan keteteran. Tapi semoga aja di bulan-bulan ringan aku bisa nyelesaiin ini RC.

Jadi, apa RC-mu tahun ini? :)

What's In A Name Reading Challenge 2013




Kalo dihitung-hitung, tahun 2013 ini banyak juga challenge-nya. Salah satu challenge alias tantangan baca yang aku putuskan untuk ikut yaitu What's In A Name Reading Challenge 2013, dan host-nya adalah Mbak Ren dari Ren's Little Corner. Karena kayaknya menarik, dan seingatku buku yang aku baca dengan nama tokoh di judulnya itu banyak, akhirnya ikut deh :). Telat sebulan sih (karena awal bulan kemaren sibuk ngurusin UAS--resiko anak kuliahan), tapi karena kata Mbak Ren gapapa kalo daftarnya telat, aku memberanikan diri ngambil challenge ini.

Ada 4 level yang dikasih sama Mbak Ren, dan aku milih Level 3: You Know My Name, dengan tantangan 15 buku. Kedengerannya banyak ya? *mikir* Tapi yah, it's okay. Apalagi karena boleh re-read buku-buku yang udah pernah dibaca, atau buku-buku terjemahan/asli.

Sementara ini, aku punya beberapa buku yang rencananya mau aku ikutin challenge ini,

  1. Lola And The Boy Next Door - Stephanie Perkins
  2. Anna and The French Kiss - Stephanie Perkins (re-read)
  3. In Honor - Jessy Kirby (re-read)
  4. Jane - April Lindner (re-read)
  5. Gabriel's Rapture - Sylvain Reynard (re-read)
  6. Raphael - D.B. Reynolds (re-read)
  7. Rajmund - D.B. Reynolds (re-read)
  8. Sophia - D.B. Reynolds
  9. Duncan - D.B. Reynolds
  10. Grounding Quinn - Steph Campbell
  11. Alice in Zombieland - Gena Showalter
  12. Dante's Girl - Courtney Cole
  13. Hunting Lila - Sarah Alderson
  14. Clarity - Kim Harrington
  15. The Unbecoming of Mara Dyer - Michelle Hodkin

Wednesday, January 30, 2013

Perjamuan Pasangan - Matched (Matched #1)

Judul : Perjamuan Pasangan - Matched (Matched #1)
Author : Ally Condie
Penerjemah : Yohanna Yuni
ISBN : 9789792286007
Edisi : Indonesia Paperback (2012) by Gramedia Pustaka Utama
Genre : YA, Distopia, Romance, Fantasy

Dalam masyarakat ini, Administrator Institusi yang menentukan:
Siapa yang kaucintai. Di mana kau bekerja. Kapan ajalmu menjemput.

Selama ini Cassia selalu mempercayai pilihan mereka. Bukan hal yang sulit sebagai balasan atas kehidupan yang panjang. Dan ketika wajah Xander, sahabatnya, muncul di layar Penentuan Pasangan, Cassia menyadari sepenuhnya bahwa pemuda itulah belahan jiwanya...hingga dia melihat wajah lain berkelebat sebelum layar berubah gelap. Kini Cassia dihadapkan pada pilihan yang mustahil baginya: antara Xander dan Ky, antara satu-satunya kehidupan yang selama ini dikenalnya dan jalan yang belum pernah berani ditempuh siapapun--antara kesempurnaan dan hasrat.
- Goodreads

Buku ini datang sebagai Christmas gift dari Secret Santa-ku :) Di postinganku kemarin, aku menyebutkan Secret Santa sebagai event dari Blogger Buku Indonesia (BBI) di akhir tahun 2012. Jujur aja, bacanya lama karena aku juga ujian. Aku harus mencari siapa Secret Santa-ku, and I think I know who my Santa is.

Mbak Mezza Hafizhah Nirwanto @ Review Buku , halo :)
Kalau memang Mbak yang jadi Secret Santa-ku, terima kasih udah jadi Santa-ku tahun ini. Kalau bukan, anggap aja aku cuma nebak dan bisa salah. Namanya juga nebak :D

Dan sebagai seorang penerima, aku juga mengirimkan 'hadiah Natal' buat seseorang. I think I should wait until my X reveals who am I.

Dari sekian banyak dystopian setting yang kubaca, sejauh ini cuma Matched memberiku kesan kalau dunia mereka nyaris mirip utopia. Bayangkan ketika semua yang kamu lakukan diatur oleh Institusi dan diawasi Administrator. Apa yang akan kamu makan, apa yang kamu lakukan untuk kegiatan bebasmu, dengan siapa kamu akan menikah, kapan kamu akan mati. Kedengarannya memang teratur. Tidak ada penyakit, tidak ada kekacauan, tidak ada penyakit. Such a perfect setting.

Tapi tetap tersembunyi ketidaksempurnaan dibalik semua itu. Setiap pelanggaran dihukum dan diberi status Aberasi/Anomali, keluargamu juga akan menanggung akibat dari pelanggaran itu, bahkan mungkin masyarakat di sekitarmu juga. Administrator dalam hal ini juga nggak kenal ampun (jadi inget Capitol-nya The Hunger Games kan?). Tapi ketika Cassia melihat wajah Ky di layar saat dia seharusnya hanya melihat wajah Xander, Cassia mulai ragu. Cassia tahu kalau dia dekat-dekat sama Ky, resikonya besar. Tapi itu nggak bisa mencegahnya jatuh cinta sama Ky. Nah, starcrossed lovers kayak begini bikin aku sedih.

Cassia Reyes tipe cewek pengikut aturan. Dia nggak suka ambil resiko (meskipun setelah ketemu Ky dia jadi berani), dia juga kayaknya nggak terlalu punya nyali. Dia memang agak penakut, kadang kebanyakan mikir dan juga second-guessing mengenai apapun. Tapi dia juga ceria dan loyal. Ky cowok yang manis, pendiam, dan tertutup. Ky Markham jelas jatuh cinta juga sama Cassia dan dia bersedia menanggung resikonya. Xander Carrow mirip sama Cassia--ceria, loyal, ramah--tapi dia seperti Ky. Dia juga mencintai Cassia dan bersedia melakukan apa saja untuk Cassia, apalagi karena dia seharusnya menikahi Cassia.

Ally Condie membuatku merasakan sensasi dunia utopia-distopia. Yah, buat cewek pecinta kebebasan kayak aku sih, kalau semuanya diatur (hellooo, sampe apa yang kamu makan aja harus nurut sama pemerintah!) ya males juga. Aku nggak terlalu paham mengenai penyebab 'kejatuhan' dunia kita saat ini dan membuat dunia Ally Condie eksis. Well, I think this is scarier than Hunger Games. Ada banyak banget Dystopian yang aku baca--sebagian membuatku ketagihan, sebagian membuatku capek. Ada sedikit Dystopian yang berani 'menghancurkan' dunia kita saat ini dan menciptakan dunia baru. Aku terkesan karena dunia Ally Condie nggak kelihatan berlebihan dan aneh--malah rasanya masuk akal dan mungkin bakalan terjadi.

It was a nice book. Aku suka tokoh Ky, he's just so sweet. He's not a flirt and seems genuine.
Thanks to my Santa yang sudah memberiku kesempatan buat baca buku ini, and made my wish came true ;)

Saturday, January 26, 2013

Weekend's Reading Time: Fissure (The Patrick Chronicles #1)



Judul: Fissure (The Patrick Chronicles #1)
Author: Nicole Williams
Edisi: English Kindle Edition, April 2012
Status: Baca halaman 26 dari 268 halaman

Fissure konon katanya bagus. Rating rata-rata di Goodreads mencapai 4,18. Pertamanya juga, responku sih 'wow'. Meskipun temen-temen Goodreadsku belum ada yang baca sih. BTW, aku sendiri lupa dari mana aku nemu buku ini.

Dengan sedikit usaha, akhirnya aku bisa dapet satu copy dari Kindle-nya.


Setelah baca sedikit, aku punya kesan Patrick itu hilarious. Selera humornya meskipun rada aneh tapi lebih bagus dari William Hayward, kakaknya, yang sekarang suaminya Bryn Dawson (Eden series, penulisnya sama, aku baru baca satu buku). Smart-ass. Dan aku baru nyadar Patrick jatuh cinta sama Bryn, dan di awal buku Patrick itu moping around menyesali cintanya yang hilang *ceileh*

Fissure kayaknya cuma jadi sekedar selingan aja, sambil nunggu Opal (Jennifer L. Armentrout) sama Underworld (Meg Cabot) yang belum nyampe di rumah. Let's see if I could like Patrick like I liked William.


Friday, January 18, 2013

Weekend's Reading Time: A Love At First Sight



Judul : A Love At First Sight (Cinta Pada Pandangan Pertama)
Author : Jennifer E. Smith
Penerbit : Penerbit Qanita (Mizan Group) Agustus 2012
Edisi : Terjemahan Bahasa Indonesia
Status: Baru Beli, Baca Satu Bab

Kata temen sekamarku, sampulnya 'enak'. Bandingkan sampul edisi English Paperback (Headline Publishing Group, London) dan edisi Bahasa Indonesia (Penerbit Qanita, Bandung).




Secara pribadi, aku lebih suka sampul Indonesia sih. Emang kayak cokelat pink itu lho. It sure does look yummy ;)
Apa yang membuatku tertarik? Aku inget rekomendasi Jude Henderson, salah satu reviewer yang aku follow dan rekomendasinya bagus, yang mengatakan kalau buku ini (yang judul aslinya The Statistical Probability of Love at First Sight) lumayan bagus. Aku lupa tepatnya apa rating yang dia kasih, kayaknya sih lima. Ceritanya, Hadley Sullivan ketinggalan pesawat ke London, pesawat yang akan membawa Hadley ke pernikahan ayahnya. Di bandara, Hadley ketemu sama Oliver, cowok Inggris yang kebetulan tinggal di Amerika. Dan nggak nyangka juga, mereka duduk bersebelahan selama penerbangan.

Love at first sight? Kedengarannya agak klise sih, menurutku. Aku juga ingat karena judulnya panjang dan intriguing. Kemungkinan statistik untuk jatuh cinta pada pandangan pertama. Rata-rata, buku ini dapet review bagus. Dan sebenarnya, kebetulan juga aku lagi dapet diskonan *cheeky grin*, jadi aku beli aja. Bukunya kecil kok, pernah aku coba masukin ke tempat pensilku, yang biasanya muat buku-buku HR punya Johanna Lindsey dan juga kalkulator scientific. Atau emang tempat pensilku yang gede ya? Pokoknya, selama tiga puluh halaman pertama, aku nggak merasa kepengen naruh buku ini. Lumayan menarik sih, buatku. Tapi memang bacanya jadi lambat karena aku juga nyelesaiin separuh Matched yang belum kubaca dan endingnya Losing It (Cora Carmack).


Turning Nineteen: Lima Seri Paling Favorit



Tahun ini aku berusia sembilan belas tahun, karena itu, untuk meramaikan blogku, aku bikin postingan wajib tiap tanggal sembilan belas sepanjang tahun 2013.

Judulnya adalah Turning Nineteen. Turning Nineteen ini rencananya mau aku bikin semacam 'Series Overview' atau ringkasan sebuah seri buku. Kan banyak banget buku-buku yang termasuk dalam serial-serial, dan karena rasanya seru banget membahas sebuah serial, jadi kuputuskan untuk membuat series overview bulanan. Member blog juga bisa request seri lho, selama aku udah baca aja :)

Sebagian besar buku yang kubaca adalah bagian dari seri, baik yang cuma dwilogi, trilogi, bahkan yang kayaknya bakalan jadi lebih dari enam buku. Dalam beberapa tahun terakhir ini, aku bersyukur sempat 'berkenalan' dengan sejumlah seri yang merupakan favorit di genrenya masing-masing, termasuk ke dalam best-seller baik internasional maupun lokalan di US sana, dan juga bakal atau sudah diterjemahkan di Indonesia.

Ini merupakan Lima Seri Paling Favorit menurut versiku sendiri, bukan berdasarkan poling, voting, atau sekedar browsing. Jadi, kalau ada yang kurang setuju, mohon dimaklumi. Anggap saja karena selera orang berbeda-beda :)

1. Nalini Singh's Guild Hunter

Guild Hunter adalah cerita mengenai sebuah dunia (yang aku sendiri bingung mau disebut distopia, utopia, atau dunia nggak biasa aja), dimana para malaikat mengatur dan memerintah dunia. Malaikat, dalam serial ini, bukan makhluk relijius karena Nalini Singh melemparkan isu-isu mengenai agama (yang kadang bisa dijumpai di beberapa buku tentang malaikat lainnya) keluar jendela dan sama sekali tidak menyinggung tentang agama. Ceritanya keren, nggak biasa tapi orisinil, dan menurutku sih jenius banget. Para malaikat disini digambarkan seperti manusia dengan ketampanan lebih dan juga sayap. Pusat ceritanya ada pada Elena, seorang anggota Guild Hunter (semacam organisasi pemburu vampir) yang jatuh cinta pada Archangel of New York, Raphael. Selain itu, sekarang fokus cerita mulai bergeser ke anggota Seven, jajaran elit di teritori Raphael. Sekarang ini, baru lima buku yang terbit dari serial ini, yaitu Angels' Blood, Archangel's Kiss, Archangel's Consort, Archangel's Blade, dan Archangel's Storm.
Kenapa masuk favorit? Karena buatku, keorisinalitas ide cerita Ms. Singh itu nggak ada yang ngalahin. Aku sekarang mulai baca serialnya yang lain, Psy-Changeling.

2. E.L. James' Fifty Shades

Serial ini merupakan trilogi, terdiri dari Fifty Shades of Grey, Fifty Shades Darker, dan Fifty Shades Freed. Anastasia Steele adalah wanita muda pemalu yang kemudian jatuh cinta pada Christian Grey, seorang CEO perusahaan global yang tampan, kaya raya, dan sensual, tapi berkepribadian rumit dan menyimpan masa lalu yang sedikit 'gelap'. Hubungan mereka agak naik turun karena Christian ternyata punya kecenderungan menjadi seorang Dom, control-freak, dan juga terlalu protektif-posesif. Tapi menurutku serial ini agak lucu dan Anastasia juga karakter yang 'berwarna-warni' dan sulit ditebak juga apa yang bakalan dia lakukan selanjutnya. Christian bisa digolongkan sebagai tormented hero dengan semua emotional baggage-nya, mulai dari perasaan insecure-nya sampai overprotectiveness.
Katanya sih Fifty Shades mau dijadikan film bioskop. Ada isu kalau yang jadi Christian Grey itu Ian Sommerhalder dan yang jadi Anastasia itu Luci Hale. Benar apa nggak, tunggu aja awal 2014 nanti :)

3. Sylvain Reynard's Gabriel Inferno

Awalnya sih aku sedikit ada kesan ini 'mirip' sama Fifty Shades. Habis, tokoh utama cowoknya (Gabriel Emmerson) punya kepribadian yang sama rumitnya kayak Christian Grey, meskipun dia nggak se-control freak Christian. Julianne Mitchell sudah memendam cinta pada Gabriel sejak mereka berciuman enam tahun sebelumnya, tapi Gabriel nggak inget sama Julianne. Gabriel juga punya masa lalu yang menyakitkan. Tapi, begitu mereka berdua akhirnya bersama, waaah. Romantis banget jadinya. Gabriel's Inferno banyak meng-quote The Divine Comedy-nya Dante Aleghieri, secara Gabriel itu ternyata seorang pakar Dante dan Julianne itu muridnya. Pemilihan kata-kata Sylvain Reynard juga cenderung puitis dan agak berat. Tapi tetep aja, ceritanya indah dan menarik buat diikutin. Fast-paced, sama kayak Fifty Shades. Ada dua buku, Gabriel's Inferno dan Gabriel's Rapture, dan satu buku yang belum dijudulin.

4. Ilona Andrews's Kate Daniels

Curran Lennart secara resmi menyandang gelar Shapeshifter favoritku. Di dunia Kate Daniels, sihir dan teknologi bergantian 'menguasai' dunia. Semenit yang lalu teknologi masih berjalan lancar--menit berikutnya semua barang elektronikmu bakalan mati dan kamu harus naik kuda kemana-mana karena mobilmu mogok. Kate dan Curran punya hubungan sayang-benci yang sama-sama kuatnya, apalagi karena Kate itu independen sampai ke tulang dan Curran itu alpha-male sejati. Kadang-kadang Kate malah nggak segan-segan nendang Curran. Mulanya aku nggak terlalu nangkep jalan cerita Kate Daniels, tapi akhirnya aku jadi suka sama Kate dan Curran. Ceritanya nggak membosankan dan reaksi-reaksi Kate terhadap keadaan tertentu bisa dibilang lucu. Belum lagi sifatnya yang witty, tapi juga dalam hatinya dia kepengen punya seseorang yang dia yakin nggak akan meninggalkannya. Curran pria yang simpel, tapi dia menerima Kate apa adanya termasuk dengan masalah-masalah yang ditimbulkan Kate. Selain lima buku utama (Magic Bites, Magic Burns, Magic Strikes, Magic Bleeds, dan Magic Slays) ada banyak juga novella dan companion serial ini, yang bercerita tentang tokoh-tokoh sampingan Kate Daniels.

5. Meg Cabot's Heather Wells Mysteries

Kupikir Heather Wells Mysteries itu sampe tiga buku aja. Ternyata, setelah tiga buku (Size 12 Is Not Fat, Size 14 Is Not fat Either, Big Boned) masih lanjut ke Size 12 And Ready to Rock dan kabarnya ada buku kelima, Size 12 Is The New Black. Ceritanya tentang Heather Wells, cewek mantan popstar yang punya ukuran 12 (di Amerika, 12 merupakan ukuran yang cukup besar dan rata-rata meskipun bukan ukuran biasa untuk model), yang setelah ditendang keluar dari apartemen pacarnya tinggal dengan Cooper Cartwright, seorang detektif swasta (PI). Heather naksir sama Cooper sudah sejak lama. Karena dia kepengen kuliah, Heather kerja di New York College sebagai asisten gedung tinggal. Nggak disangka, NYC malah sering ketimpa kasus pembunuhan sampai-sampai dijuluki Kampus Kematian segala. Heather selalu berhasil memecahkan kasus-kasus itu, padahal kadang karena nggak sengaja. Heather itu tipikal cewek ciptaan Meg Cabot (kalau kalian suka baca buku-buku Meg Cabot, kalian bakal ngerti deh ;)), selera humornya bagus meskipun kadang agak sarkastis. Meg Cabot, author favoritku sepanjang masa, selalu berhasil memadukan humor, misteri, dan kehidupan normal ala Amerika, dan alur cerita yang fresh. Aku nggak pernah bosen mengikuti petualangan Heather Wells, dan agak kecewa juga kalau sampai buku kelimanya jadi yang terakhir.

Itu lima serial favoritku, jenis yang selalu aku baca berulang-ulang nggak peduli buku lain apa yang lagi aku baca. Mungkin kalian punya serial favorit lain? :)


Resolusi 2013


Ngomong-ngomong soal awal tahun, pasti juga langsung kepikiran 'resolusi'. Nggak semua orang pengen bikin, ada juga yang berkomitmen untuk membuat resolusi sebaik-baiknya dan menjalankannya. Sebenernya, menurutku resolusi itu bagus, biar kita seenggaknya bisa fokus sama apa yang kita inginkan sepanjang tahun ini. Setidaknya, resolusiku tahun lalu terpenuhi sebagian. Misalnya, lulus SMA dan masuk ke Universitas Airlangga. Juga beberapa resolusi pribadi seperti lebih tepat waktu, lebih bisa mengatur uang (karena sekarang ngekos di deket kampus), dan semacamnya.

Tahun 2013 aku cuma bikin dua resolusi. Satu menyangkut urusan kuliah, dan satu lagi menyangkut urusan pribadi.

Satu, karena sepertinya semester pertamaku agak berantakan, aku bikin resolusi untuk meningkatkan jam belajar. Maklum, namanya juga murid fisika berjiwa sastra, jadinya kadang juga males banget belajar. Kecuali waktunya kuis dan ujian. Aku bertekad kuliah S2 di Jerman atau Inggris, so it means I can't screw up with my grade. Cukup simpel kan? Tapi aku yakin, realisasinya nggak segampang itu. Selain itu, nantinya IPK-ku (walaupun aku belum tahu berapa IPK-ku semester ini) di semester berikut-berikutnya harus bagus. Semoga aja nggak ada yang ngulang mata kuliahnya.

Dua, adalah menepati komitmen. Ada beberapa komitmen yang harus kupenuhi. Dalam blogging, dan aku menargetkan minimal satu postingan seminggu. Dalam organisasi kampus, ya nggak bolos-bolos terus lah. Kemudian juga satu buku tiap minggu (jadi targetku tahun ini minimal 50 buku, nggak bisa sebanyak tahun lalu yang ternyata nggak terpenuhi). Komitmen pada someone special (yang ini kayaknya nggak bisa disebutin deh). Dan komitmen-komitmen lainnya. Ini termasuk resolusi bukan sih? I hope so, karena aku termasuk orang yang susah menepati komitmen yang aku buat sendiri. Semoga dengan belajar menepati komitmen kecil seperti ini aku bisa mulai teratur dalam menepati komitmen yang lebih besar.

Tahun ini, buat blog aku pengen bikin posting wajib, jadi biar kalau bikin postingan nggak kerasa acak dan kacau. Karena pada 2013 ini aku bakalan berusia 19 tahun (in fact, dalam kurang dari tiga hari), nanti tiap tanggal 19 sepanjang tahun aku bakalan memposting mengenai series overview. Namanya 'Turning Nineteen'. Karena tanggal sembilan belas ini sehari sebelum ultahku (which is tomorrow), aku bikin postingan spesial tentang sepuluh seri favoritku sepanjang masa sembilan belas tahun hidupku.






Ada juga postingan dua mingguan, yaitu Sunday Morning Soundtrack dan postingan mingguan, yaitu Weekend's Reading Time. Sunday Morning Soundtrack itu bakalan tentang lagu apa yang cocok dengan buku/seri apa. Weekend's Reading Time nantinya akan merangkum bacaan apa yang aku nikmatin pada weekend, secara weekend berarti juga waktunya bersantai :) Jadi, akhir pekan ini, aku sengaja bikin dua postingan, yaitu Weekend's Reading Time dan Turning Nineteen.

Enjoy!

Archangel's Blade (Guild Hunter #4)


Judul :Archangel's Blade (Guid Hunter #4)
Author : Nalini Singh
ISBN : 0425243915 (ISBN13: 9780425243916)
Edisi : English Paperback (September 2011) by Berkley Sensation
Genre : Adult, Paranormal Romance (PNR), Urban Fantasy, Vampire

The severed head marked by a distinctive tattoo on its cheek should have been a Guild case, but dark instincts honed over hundreds of years of life compel the vampire Dmitri to take control. There is something twisted about this death, something that whispers of centuries long past...but Dmitri's need to discover the truth is nothing to the vicious strength of his response to the hunter assigned to decipher the tattoo.

Savaged in a brutal attack that almost killed her, Honor is nowhere near ready to come face to face with the seductive vampire who is an archangel's right hand, and who wears his cruelty as boldly as his lethal sensuality...the same vampire who has been her secret obsession since the day she was old enough to understand the inexplicable, violent emotions he aroused in her.

As desire turns into a dangerous compulsion that might destroy them both, it becomes clear the past will not stay buried. Something is hunting...and it will not stop until it brings a blood-soaked nightmare to life once more...
-Goodreads

Dmitri didn’t bow his head to anyone; he didn’t surrender or submit. But he was on his knees before her, vulnerable to a kick, a stab to the neck, the most violent rejection.

Buku ini sempat masuk ke review di blog lamaku, Little Raven's Review. Sekarang, karena blog reviewku baru, jadi harusnya aku masukin buku ini dari kemaren-kemaren. Maaf :(

Aku keinget buku ini karena aku baru aja dipinjemi Archangel's Storm (buku kelimanya) dari kakakku dan aku berencana baca Archangel's Storm minggu depan setelah aku selesai baca Matched sama A Love At First Sight. Sebagian review ini copas dari reviewku di Goodreads, karena aku nggak kepengen repot-repot bikin baru lagi :)

Ada yang mengacau, di wilayah Raphael. Menggunakan masa lalu Dmitri yang menyakitkan, ada yang membuat Dmitri teringat dengan masa lalunya dan sepertinya berniat menuntut balas padanya. Pembantaian di New York terjadi, dan di setiap mayat yang ditemukan Dmitri, selalu ada tato yang lumayan mengganggu Dmitri. Dmitri, yang selama seribu tahun mencoba melupakan masa lalunya, kini kembali dihantui dengan pembunuhan yang diatasnamakan seseorang yang dulu pernah dibunuh oleh Dmitri dan Raphael.

Honor hancur karena perbuatan sekelompok vampir yang menangkap dan menyekapnya. Dia ketakutan. Ketika Guild meminta Honor bekerja dengan Dmitri, Honor semakin ngeri. Dia nggak suka membayangkan berada di sekitar makhluk berbahaya yang bisa membunuhnya dalam sekali tebas, apalagi vampir sekuat Dmitri. Meskipun begitu, sudah sejak lama Honor menaruh ketertarikan pada Dmitri. Ketika Honor diiming-imingi jaminan vampir-vampir yang dulu melukainya akan ditangkap, akhirnya Honor berusaha berani dekat-dekat Dmitri. Bersama-sama, mereka berusaha memburu pelaku kekacauan di New York.

Kalo aku ngebayangin semua tokoh Guild Hunter dibikin cerita sendiri, respon pertamaku adalah: Anjir. Panjang banget serialnya. Aku bandingin sama serial Nalini Singh yang lain, Psy-Changelings, sekarang udah sepuluh (apa sudah sebelas ya?) buku. Ceritanya emang menarik sih, tentang malaikat-malaikat yang benar-benar memimpin dunia, tanpa embel-embel agama. Nggak kayak beberapa buku lain yang malah masih mengaitkan malaikat sama masalah keagamaan. Malaikat-malaikat Guild Hunter benar-benar dimensi baru dari definisi 'malaikat' yang aku tahu.

Yang kukagumi dari Nalini Singh itu keorisinalitasnya. Bayangkan, malaikat yang memerintah di dunia? Dan sudah sejak lama menjadi bagian dari peradaban manusia? Kalau vampir kan banyak. Bukunya menarik, meskipun Archangel's Blade agak lebih 'gelap' dari tiga buku sebelumnya. Karakternya sama-sama kuat dan Dmitri juga tipe alpha-male favoritku. Mmm-mmm ;) Honor, pada awalnya dia agak trauma karena penculikannya, tapi ternyata dia punya streak selera humor yang bagus, loyal, dan mirip-mirip sama Elena. Dia punya semangat dan tekad, tapi tetap lembut dan nggak terkesan sok kuat.

Tokoh lain yang aku ingin tahu ceritanya adalah Illium, si malaikat biru flamboyan. Ada juga Aodhan, malaikat 'bening' yang pendiam. Jason, kepala mata-mata Raphael, yang jadi tokoh utama di Archangel's Storm. Mereka adalah anggota Seven-nya Raphael yang paling kusukai--terutama Illium, si Bluebell. Katanya sih, Guild Hunter 6 ceritanya bakalan balik ke Elena-Raphael. Jadi penasaran :)



Secret Santa 2012' Riddle

Nggak nyangka sekarang udah bulan Januari, di tahun yang baru juga.
Semoga kalian semua berhasil menyelesaikan resolusi tahun 2012 kalian dan membuat resolusi baru untuk tahun 2013 :)

Bulan Desember 2012 kemaren, Blogger Buku Indonesia (BBI) ngadain event Secret Santa. Aku sebagai seorang Santa dan juga sebagai si X, penerima buku. Santa-ku yang baik hati ngirimin Matched, buku Ally Condie, salah satu buku yang masuk wishlist aku. BTW, karena wishlist-ku cuma sebelas biji dan dua diantaranya buku terjemahan yang belum terbit, jadi aku yakin Santa-ku nggak bakalan kebingungan milih hadiah buatku. Iya kan, Santa?

Ini dia Matched sama riddle-nya


Santaku ngebungkus Matched pake kertas kado, sayangnya datengnya pas aku pulang ke rumah Nenek buat liburan Natal -.- Jadinya agak telat juga dapetnya. Sampe-sampe Santa-ku yang baik hati itu nanyain ke aku, apakah aku udah nerima itu buku. Aku tanya orang di rumah, ternyata ada. Excited, excited! Berasa kayak nerima hadiah asli dari Santa Claus (dengan catatan aku nggak ngerayain Natal) sih, apalagi karena Matched itu aku cari-cariin di beberapa toko buku dekat kampus, ternyata gak ada. Semoga aja si X yang kukirimin buku juga ngerasa puas sama buku yang aku kirimin.

Karena Universitas Airlangga baru aja selesai UAS (dan fakultasku kayaknya agak telat deh nyelesaiin UAS-nya), juga karena keterbatasan finansial *sigh* aku baru sekarang bisa ngeposting riddle dari Santa-ku. Mbak Oky dari Sinopsis Untukmu ngecek ke aku (semoga aja ujian Mbak Oky lancar ya :)). Sebenernya? I have a pretty good idea about who was my Santa. Tapi aku simpen aja deh kecurigaanku itu buat hari postingan tanggal 31 nanti.

So, here is the riddle (diketik ulang dari tulisan tangan aslinya):


Dear My X
Semoga buku ini bermanfaat untukmu
Semoga kamu suka *smiley face*

Sekuntum mawar mungkin tidak bisa mewakili diriku. Selain karena aku tidak suka bunga, aku juga tidak mau layu hanya gara-gara terkena sinar matahari.

Jadi bayangkan saja aku adalah Alien Pluto versi cantik yang senang membungkus kepalaku dengan selendang, dan juga kebetulan melihatmu mendambakan buku ini. Jadi kubelikan saja. Aku pernah membaca buku ini. Ceritanya sangat indah. Kau pintar memilih buku.

Kau tau? Aku terkadang tidak bisa memahami cara manusia bercanda, sebenarnya aku ingin, tapi hasilnya sangat aneh.

Ah ya, aku suka sekali warna biru dan merah, untuk itu aku sering mengenakan selendang biru dan merah di kepalaku. Aku juga suka membaca, menulis, menggambar, dan menyanyi. Bagaimana denganmu?

Sebenarnya aku juga sedang gugup. Aku mau menikah sebentar lagi. Kau mau tau siapa sebenarnya diriku? Coba renungkan kalimat di bawah ini.

Rembulan tersenyum
Selendang biru terbalut di kepala
Epsilon ambruk, diikuti epsilon tegap, dibuntuti S kembar keras kepala terbalik, dalam giringan Alfa
Temui aku saat mereka bersatu


Siapakah dirimu, oh Santa-ku yang sudah memberiku hadiah buku? :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...