Monday, December 30, 2013

2013 Reading Challenge Wrap-Up (Part 1): What's In A Name RC


Host: Mbak Ren - Ren's Little Corner

Haah, nggak kerasa 2013 udah mau habis :( :(
Sedih juga rasanya, kok 2013 cepet banget berlalu. Ada banyak banget yang terjadi di tahun 2013, baik secara pribadi, akademis, bahkan dalam urusan blogging dan reading activity. Dalam hal ini, meskipun banyak keinginan dan harapanku di awal tahun yang nggak kesampaian (siapa yang nyangka kalau kuliah, yang jamnya lebih nggak reguler, malah bikin kalang kabut????)  aku masih tetep ngerasa senang dengan progress dan perkembanganku sendiri tahun ini :) :)

Oke, karena aku jenis cewek yang paling tidak konsisten dalam mengupdate progress RC, termasuk yang satu ini, aku akhirnya bikin wrap-up atau ringkasan aja. Aku bahkan nggak inget kapan aku terakhir kali masukin progres RC What's In A Name.

So here it is. Semuanya dalam urutan baca.


  1. Raphael (D. B. Reynolds) - Re-read Februari
  2. Jabril (D. B. Reynolds) - Re-read Februari
  3. Catching Caroline (Sylvia Day) - Februari
  4. Dante's Girl (Courtney Cole) - Februari
  5. Lola and The Boy Next Door (Stephanie Perkins) - Maret
  6. Anna and The French Kiss (Stephanie Perkins) - Re-read April
  7. Nicola and The Viscount (Meg Cabot) - Re-read Juni
  8. Honor Student (Teresa Mummert) - Juli
  9. In Honor (Jessy Kirby) - Re-read Agustus
  10. Darkness Before Dawn (J.A. London) - September
  11. Untaming Lily Wilde (Olivia Fox) - Oktober
  12. Owning Wednesday (Annabel Joseph) - Oktober
  13. New York to Dallas (J. D. Robb) - November
  14. Kiss of Snow (Nalini Singh) - Desember
  15. Sophia (D. B. Reynolds) - Desember
  16. Taming Nathasha (Nora Roberts) - Desember

Apa daya, rencana mau nambah target, eh, ini aja udah mepet -__- Sebagian malah baca ulang. Nggak sesuai harapan nih.

Dari semua buku itu, favoritku terutama Kiss of Snow (Psy-Changeling 10) dan New York to Dallas (In Death 33).

Jadi beginilah, RC yang rencananya mau nambah sampai 20 buku, ternyata cuma nyampe 16 buku aja. 

Sunday, December 29, 2013

2013 Reading Challenge Wrap-Up (Part 2): Nora Roberts - J.D. Robb Read-a-Long


Host: Mbak Ren - Ren's Little Corner

Ini satu-satunya RC yang sesuai rencana baca, hehe. Awalnya sih, meskipun sering denger tentang Nora Roberts, aku agak ragu mau baca bukunya. Dulu pernah nemu Northern Light di rak diskonan, tapi karena kebetulan uangku kurang, aku balik lagi keesokan harinya. Eeh, udah habis #kokmalahcurhat. Akhirnya nggak jadi baca deh. Kemudian pernah juga ngeliat Witness in Death di toko buku, masalahnya waktu itu (SMA) aku nggak bener-bener ngefans sama buku thriller atau cerita misteri detektifan gitu. Thanks to Mbak Ren and her flattering reviews on the books, I took a chance and dove straight into In Death's world.

Menyesal? Nggak. Ini keputusan paling oke di tahun 2013 yang pernah kubuat #melodrama

Mengenai cerita serial In Death, mungkin lebih baik kalau ngecek link Goodreads atau di sini aja kali ya. Soalnya, dengan hampir 50 buku selama 18 tahun serial ini ongoing, ada banyak banget lika-liku, dinamika, dan intrik yang ada di serial ini. Aku mencoba menjelaskan sama si Sasti, dianya masih rada ga mudeng, apalagi karena bukunya banyak, dia juga nggak begitu semangat mau memulai. Sementara aku? Dengan bangganya, semua buku In Death mulai nomer 1 sampai 37 udah kulahap, meskipun semuanya beli atau pinjem yang versi ebook. Beli paperback, bangkrut dong aku :( :( karena aku masih bergantung sama orang tua, menjelaskan kenapa aku habis banyak buat beli buku bakalan suck abis.

Sayangnya, aku nggak berhasil ngebaca Nora Roberts sama sekali kecuali Taming Natasha -____-"

    J. D. Robb - In Death Series
    1. Naked In Death (#1)
    2. Glory In Death (#2)
    3. Immortal In Death (#3)
    4. Rapture In Death (#4)
    5. Ceremony In Death (#5)
    6. Vengeance In Death (#6)
    7. Holiday In Death (#7)
    8. Midnight In Death (#7.5)
    9. Conspiracy In Death (#8)
    10. Loyalty In Death (#9)
    11. Witness In Death (#10)
    12. Judgment In Death (#11)
    13. Betrayal In Death (#12)
    14. Interlude In Death (#12.5)
    15. Seduction In Death (#13)
    16. Reunion In Death (#14)
    17. Purity In Death (#15)
    18. Portrait In Death (#16)
    19. Imitation In Death (#17)
    20. Remember When (#17.5) Note: buku ini terdiri dari dua cerita, satu Hot Rocks yang ditulis atas nama Nora Roberts dan Big Jack, bagian dari In Death yang ditulis oleh J. D. Robb
    21. Divided In Death (#18)
    22. Visions In Death (#19)
    23. Survivor In Death (#20)
    24. Origin In Death (#21)
    25. Memory In Death (#22)
    26. Haunted In Death (#22.5)
    27. Born In Death (#23)
    28. Innocent In Death (#24)
    29. Eternity In Death (#24.5)
    30. Creation In Death (#25)
    31. Strangers In Death (#26)
    32. Salvation In Death (#27)
    33. Promises In Death (#28)
    34. Kindred In Death (#29)
    35. Missing In Death (#29.5)
    36. Fantasy In Death (#30)
    37. Indulgence In Death (#31)
    38. Treachery In Death (#32)
    39. New York To Dallas (#33)
    40. Celebrity In Death (#34)
    41. Delusion In Death (#35)
    42. Calculated In Death (#36)
    43. Thankless In Death (#37)

    Yang belum dibaca kurang Ritual In Death (#27.5), Possession In Death (#31.5), Chaos In Death (#33.5), dan Taken In Death (#37.5)

    Wow. Dari target sepuluh buku, berlipat empat nih. Habis, jatuh cinta sama Roarke sih :) :)

    Friday, December 20, 2013

    Review: Charade


    Judul : Facade
    Seri : Games #1
    Author : Nyrae Dawn
    ISBN13 : 2940015495874
    Edisi : English Ebook (Oktober 2012). Paperback oleh CreateSpace
    Genre : New Adult, Romance, Contemporary
    Average Rating : 4.08 (per 20 Desember 2013)

    Charade:   
    Nineteen-year-old Cheyenne tries to portray the perfect life to mask the memories of her past. Walking in on her boyfriend with another woman her freshman year in college threatens that picture of perfection.

    Twenty-one-year-old Colt never wanted college and never expected to amount to anything, but when his mom's dying wish is for him to get his degree, he has no choice but to pretend it's what he wants too.

    Cheyenne needs a fake boyfriend to get back at her ex and Colt needs cash to take care of his mom, so they strike a deal that helps them both. But what if Cheyenne’s past isn’t what she thought? Soon they’re trading one charade for another—losing themselves in each other to forget about their pain. The more they play their game, the more it becomes the only thing they have that feels real.

    Both Cheyenne and Colt know life is never easy, but neither of them expect the tragedy that threatens to end their charade and rip them apart forever.

    “I'm a prick half the time, but you make me better. You make me happy. I don’t want to lose you. I love you. I don’t want to lose you.” - Colton, Chapter 35

    "God, I used to think you were such a jerk. I can't believe I didn't see it. You don't know but you're everything Colt. No one makes me feel the way you do and I need you." -Cheyenne, Chapter 36

    Akhir-akhir ini aku hobi banget nyari-nyari buku bertema New Adult atau daerah anak-anak kuliahan. Mungkin menyesuaikan dengan usia ya ;) dan karena akhirnya aku 'dimarahin' oleh seseorang gara-gara tumpukan buku to-read yang banyak erotikanya.

    Charade 'direkomendasikan' oleh GR setelah aku baca Wait for You. Emang dari segi cerita beda banget, feel-nya juga beda. Charade dimulai ketika Cheyenne memergoki cowoknya malah tidur sama cewek lain, padahal Chey baru aja mulai masuk kuliah. Karena dia punya sikap nggak mau kalah dan nggak mau terlihat kalah, akhirnya Chey malah ngajakin Colton, cowok yang ditemuinya secara nggak sengaja, buat jadi pacar pura-puranya.

    Thursday, December 19, 2013

    Secret Santa 2013: The Riddle


    Bisa dibilang nih, paketan Secret Santa (SS) yang aku dapet termasuk belakangan. +Prasasti Purbo, teman dari Legitur, udah dapet bukunya mulai hari Selasa (atau Senin yak?). Paket aku emang dateng hari Jumat, tetapi karena ada family emergency, aku harus pulang ke Sidoarjo pada hari Jumat itu. Bete nggak sih?? Udah harap-harap cemas, eh ternyata pas pulang, paketannya nyampe.

    Selain itu, ternyata hal ini bikin khawatir Santa, yang akhirnya menghubungi aku via Mbak +oky septya @Kumpulan Sinopsis Buku. Tapi untung aja Bapak Kos nan baik hati udah apal karena berhari-hari aku todong dengan pertanyaan 'bapaaak, apa ada paket buat saya?', dan paketnya disimpen deh.


    Wednesday, December 18, 2013

    Turning Nineteen Part 2: 4 Best Series in 2013


    Yang pertama, aku akan mendaftar empat seri terbaik yang baru kumulai tahun 2013, bukan yang berlanjut sejak tahun-tahun lalu. Kelima seri ini bisa dibilang emang punya nilai plus-plus dimataku, dan beneran asyik buat dibaca. So, check 'em out!



    1. In Death - J. D. Robb

    Daftar Buku In Death Lengkap - Via Goodreads
    Portal Menuju Dunia In Death di Wiki.net

    Aku akan selalu menyesali sikap skeptisku tahun lalu, yang ragu-ragu baca seri ini meskipun Mbak +Ren Puspita , yang sudah ngebaca dan mengikuti serial ini, selalu memuji-mujinya. Yah, sebagian karena In Death punya banyak buku. Tepatnya 37 buku utama (sampai akhir tahun 2013), dan 10 novella. Serta satu buku yang akan terbit Februari 2014 serta masih belum ada tanda-tanda mau berhenti. Tahun ini, aku memberanikan diri baca Naked in Death di bulan Maret. Dan langsung keseret dan kecantol sama dunia In Death. Semua tokohnya nggak hanya menarik, tapi juga keren. Terutama dua tokoh utamanya, Letnan Eve Dallas, dan suaminya, Roarke.

    baca juga Behind the Covers: RED dan RED

    2. Wait for You - J. Lynn

    Daftar Buku Wait for You
    J. Lynn alias Jennifer L. Armentrout ternyata jago banget bikin cerita New Adult. Ini dibuktikan di buku Wait for You. Ceritanya nih, Avery Morgansten pindah dari Texas ke West Virginia, menolak kuliah di kampus-kampus Ivy League karena beberapa tahun lalu dia menjadi korban dan dia nggak mau deket-deket sama orang-orang yang mungkin dikenalnya. Dia menabrak Cameron Hamilton di hari pertamanya, dan lama-kelamaan, mereka berdua saling tertarik. Yang menyenangkan dari seri ini adalah sifat dan kepribadian si cowok, yang pede tapi nggak arogan. Cam begitu sabar pada Avery. Untuk ukuran New Adult, emang cukup 'hot', tapi di akhir-akhir aja kok. Seru banget. Mengingatkan kita pada Daemon Black, tanpa sikap sengaknya.

    baca juga Review: Wait for You

    3. The Patrick Chronicles - Nicole Williams

    Daftar Buku The Patrick Chronicles
    Serial ini cuma punya dua buku, Fissure dan Fusion. Keduanya ditulis dengan POV cowok, dimana cowoknya emang tipe flirty abis, tapi ketika dia bertemu dengan seorang gadis yang melihat langsung dibalik semua sikap flirty-nya, langsung lah dia kecantol. Masalahnya, si tokoh utama Patrick adalah seorang Immortal, sedangkan si cewek, Emma, cuma manusia biasa. Patrick bakalan terus muda sementara Emma bertambah tua. Lebih dari sekedar lucu, aku aja ngakak kok bacanya. Yang aku suka adalah 'melihat' dari mata si cowok, yang minim insecurity, nggak seperti kalau baca dari sisi si cewek.

    baca juga Review: Fissure dan Review: Fusion

    4. Spellbound - Cara Lynn Shultz

    Daftar Buku Spellbound
    Ini ceritanya mengenai sihir dan kutukan, tetapi si tokoh utama, Emma Connor, bukan penyihir pada umumnya. Dia nggak nyadar kalau dia itu penyihir. Dia nggak tahu kalau dia ditakdirkan untuk jatuh cinta kepada seorang cowok dan mati tragis, dan kutukan ini sudah berlangsung selama hampir seribu tahun. Emma punya kesempatan untuk mematahkan kutukannya, kalau dia dan kekasihnya Brendan Salinger berhasil menemukan kuncinya. BTW, seperti serial nomer 2, bukunya juga ada 2, Spellbound dan Spellcaster. Aku belum baca yang kedua karena teralihkan sama buku-buku lain.

    baca juga Review: Spellbound

    Turning Nineteen Part 1: 2013 Best


    Bulan ini mungkin terakhir kalinya bakalan ada meme iregulerku, Turning Nineteen. Bisa dibilang, aku nggak begitu rajin bikin meme ini karena tiap bulan tanggal 19 belum tentu aku bisa update blog. Misalnya bulan lalu, yang sibuk jadi panitia acara kampus. Jadinya yaah, mungkin hanya ada beberapa Turning Nineteen setahun ini. Dan tahun depan, usiaku jadi 20, jadi aneh juga ngebikin Turning Nineteen padahal umurnya nggak lagi 19 :)

    Desember ini merupakan bulan terakhir di tahun 2013. Aku udah ngebaca lebih dari 80 buku tahun ini. Tentu saja, ada beberapa buku yang baguuus banget, ada yang jelek, ada yang keren, ada yang aneh. Ada beberapa seri yang baru aku mulai tahun ini, ada juga buku-buku yang merupakan buku terakhir dari sebuah seri. Ada yang buku Indonesia, ada juga (kebanyakan) buku berbahasa Inggris. Ada cerita sedih, ada yang bahagia, ada yang menggantung kayak mangga di belakang rumahku, ada yang berakhir tragis. Tema cinta, misteri, pertemanan, makhluk supernatural, BDSM, distopia. Bacaanku tahun 2013 emang campur-campur kayak es campur. Apa ya yang nggak aku baca tahun ini? Oh, biografi, itupun karena nggak ada yang minjemin #tukangminjem

    Eniwei, dari semua buku-buku itu, tentu ada yang menjadi favorit dan kuanggap "best". Best atau terbaik dalam hal ini adalah menurutku. Bukan berdasarkan poling, bukan berdasarkan penelitian di internet. Pokoknya, semuanya ini berdasarkan kesukaanku aja. Jadi, aku peringatkan sekali lagi, yang nggak setuju sama versiku, yaa, kan aku udah bilang ini menurutku.

    Oke...kita pergi ke Part 2 :P

    Thursday, December 05, 2013

    Book to Movie: Catching Fire


    Sutradara: Francis Lawrence
    Produser : Nina Jacobson, Jon Kilik
    Screenplay: Simon Beaufoy, Michael deBruyn
    Adaptasi buku: Catching Fire oleh Suzanne Collins
    Pemeran: Jennifer Lawrence, Josh Hutcherson, Liam Hemsworth, Woody Harrelson, Elizabeth Banks, Lenny Kravitz, Philip Seymour Hoffman, Jeffrey Wright, Stanley Tucci, Donald Sutherland
    Musik: James Newton Howard
    Sinematograf: Jo Willems
    Studio: Color Force
    Distributor: Lionsgate
    Rilis: November 11, 2013 (London premiere), November 22, 2013 (United States)
    Durasi: 146 menit


    Yak, siapa yang belum lihat Catching Fire angkat tangan! :D
    Sebenarnya aku sendiri nontonnya udah minggu lalu. Kenapa baru diposting hari ini? Soalnya baru aja ada acara ESQ selama weekend, dan karena lagi heboh banget di kampus *kapan sih nggak heboh?!*, hehe.



    BTW, hari Rabu lalu aku nontonnya bareng Sasti, pemilik blog Legitur. Buat yang belum tahu, FYI aja nih, kami kan satu kos, jadinya Rabu lalu walaupun ditantang mendung dan terancam nggak bisa nyelesaiin tugas Anatomi, kita sikat aja. Inget-inget nonton film pertamanya tahun lalu, yang harus memohon-mohon supaya diijinin nonton karena mau UNAS. Nah, tahun ini ancamannya cuma datang dari tugas Anatomi dan FisMed, dan karena udah dying banget pengen nonton, akhirnya kita pergi ke salah satu bioskop, sore-sore, pake telat gara-gara ngantri mau parkir lagi!

    Friday, November 29, 2013

    November Reading Challenge Update


    Nggak kerasa ya, RC tahun 2013 udah mau abis. Tinggal bulan Desember aja, dan tahun ini, bisa dibilang RC yang aku ikutin nggak selancar yang aku harapkan. Yah, karena ternyata semester 3 itu padet banget, dan karena aku mulai kuliah penjurusan (teknik) jadinya ribet banget.

    Bulan ini, sayangnya aku cuma bisa baca dua buku Tante Robb. Dan salah satunya bisa dibilang merangkap aja sama RC yang ini


    Dua buku ini adalah Treachery in Death (In Death #32) dan New York to Dallas (In Death #33). Untuk RC What's in A Name, aku mencantumkan New York to Dallas aja.

    Di Treachery in Death, Peabody nggak sengaja mencuri dengar seorang letnan yang ternyata menyalahgunakan jabatannya untuk mengeruk keuntungan. Karena kasus itu melibatkan banyak polisi korup, dan juga kematian beberapa orang, Eve dan Peabody, tentu aja dibantu sama Roarke, McNab, Feeney, Mira, dan teman-teman, berusaha untuk menjatuhkan organisasi polisi korup itu.

    Sedangkan di New York to Dallas, seorang penjahat yang dulu pernah ditangkap sama Eve kabur dari penjara. Namanya si penjahat itu dendam, dia menantang Eve untuk pergi ke Dallas dan menangkapnya. Masalahnya, kan pada tahu semua Dallas itu akar dari mimpi buruk Eve, dan awal mula keberadaan Eve Dallas. Belum lagi karena kasusnya terlalu dekat dengan ketakutan terbesar Eve.

    Moga-moga aja di bulan depan, semua RC-nya selesai *amin*
    BTW, aku bersenang-senang banget di Event Secret Santa 2013, dan pada tahap ini baru aja ngasihin buku ke targetku alias si X beruntung *lho kok jadi cerita SS sih?* Dan nggak sabar nungguin hadiah dari Santa. I've been such a good girl *what?!*, dan semoga aja Santa-ku berbaik hati ngasih hadiah dobel XD

    Monday, November 25, 2013

    Review: Wait for You


    Judul : Wait for You
    Seri : Wait for You #1
    Author : J. Lynn
    ISBN13 : 9780988982901
    Edisi : English Ebook (February 2013)
    Genre : New Adult, Romance, Contemporary
    Average Rating : 4.29 (per 25 November 2013)

    Wait For You:   
    Some things are worth waiting for…

    Traveling thousands of miles from home to enter college is the only way nineteen-year-old Avery Morgansten can escape what happened at the Halloween party five years ago—an event that forever changed her life. All she needs to do is make it to her classes on time, make sure the bracelet on her left wrist stays in place, not draw any attention to herself, and maybe—please God—make a few friends, because surely that would be a nice change of pace. The one thing she didn’t need and never planned on was capturing the attention of the one guy who could shatter the precarious future she’s building for herself.

    Some things are worth experiencing…

    Cameron Hamilton is six feet and three inches of swoon-worthy hotness, complete with a pair of striking blue eyes and a remarkable ability to make her want things she believed were irrevocably stolen from her. She knows she needs to stay away from him, but Cam is freaking everywhere, with his charm, his witty banter, and that damn dimple that’s just so… so lickable. Getting involved with him is dangerous, but when ignoring the simmering tension that sparks whenever they are around each other becomes impossible, he brings out a side of her she never knew existed.

    Some things should never be kept quiet…

    But when Avery starts receiving threatening emails and phone calls forcing her to face a past she wants silenced, she’s has no other choice but to acknowledge that someone is refusing to allow her to let go of that night when everything changed. When the devastating truth comes out, will she resurface this time with one less scar? And can Cam be there to help her or will he be dragged down with her?

    And some things are worth fighting for…
    "Yeah, I can see that and while the idea of taking you right now, against the wall, is enough to make me lose control, I want you to know that I'm serious. You're not a hook up. You're not a friend with benefits. You're more than that to me." -Cameron Hamilton, Ch. 25
    Beberapa penulis berbakat menulis tokoh-tokoh menakjubkan, apapun kondisinya. Jennifer L. Armentrout, yang menggunakan nama pena J. Lynn dalam menulis romance non-Young Adult, adalah contohnya. Selain tokoh yang benar-benar captivating, jalan cerita dan intrik-intriknya juga selalu seru, membuat pembacanya nggak kepengen melepaskan buku dari tangannya.

    Wait for You adalah buku New Adult J. Lynn pertama yang aku baca. Untuk genre Adult, aku udah baca Tempting the Best Man, yang ceritanya juga menarik. Wait for You mengisahkan tentang Avery Morgansten, gadis Texas yang memutuskan pergi ke West Virginia untuk kuliah karena dia pengen jauh-jauh dari orang tuanya. Lima tahun lalu, saat usianya 14, terjadi sesuatu pada Avery yang membuatnya agak nggak gampang mempercayai orang dan agak curigaan. Dan kalau tahu orang tuanya Avery sih, mereka emang bukan tipe orang tua yang perhatian. Avery hanya ingin kabur dari hidupnya yang lama.

    Monday, November 18, 2013

    Review: Archangel's Legion


    Judul : Archangel's Legion
    Seri : Guild Hunter #6
    Author : Nalini Singh
    ISBN : 0425251241 (ISBN13: 9780425251249)
    Edisi : English Paperback (Oktober 2013) by
    Genre : Adult, Paranormal Romance, Angels,Vampires, Urban Fantasy
    Average Rating : 4.51 (per 11 November 2013)

    Archangel's Legion:   
    Nalini Singh, the New York Times bestselling “alpha author of paranormal romance” (Booklist) returns to an immortal world of violent passion and lethal power…on the brink of a deadly archangelic war.

    Angels are falling from the sky in New York, struck down by a vicious, unknown force.

    Vampires are dying impossibly of disease.

    Guild hunter Elena Deveraux and the Archangel Raphael must discover the source of the wave of death before it engulfs their city and their people, leaving New York a ruin and Raphael’s Tower under siege by enemy archangels.

    Yet even as they fight desperately to save the city, an even darker force is stirring, its chill eyes trained on New York…and on Raphael. Rivers of crimson and nightmares given flesh, the world will never again be the same…

    “You know what I’ve learned from my baby girl? To enjoy the now. It’ll be gone soon enough, and no one knows what the next hour, much less tomorrow, will bring.” -Sara Haziz


    “Eternity would mean nothing without you. For no power on this earth would I trade my Elena.” -Raphael, Ch. 16

    “You said once that you couldn’t do this without me. Well, I can’t do this without you, Guild Hunter.” -Raphael, Epilogue

    Satu kata: AMAZING.

    Yep, With capital letters. Archangel's Legion, sejauh ini, adalah cerita Guild Hunter terkompleks dan terbaik yang pernah kubaca. Dari awal halaman pertama sampai halaman terakhir, aku terkesan banget sama ceritanya yang bisa dibilang emosional banget. Naik turun, kadang sedih, terharu, pengen ketawa kecil, atau sekedar ternganga kagum. I'm in total awe.

    Sunday, November 03, 2013

    Review: Angels' Flight


    Judul : Angels' Flight
    Seri : Guild Hunter #0.4, #0.5, #0.6, #3.5
    Author : Nalini Singh
    ISBN13 : 9781101560396
    Edisi : English Ebook (Februari 2012) by Berkley Sensation
    Genre : Adult, Anthology, Paranormal Romance, Urban Fantasy, Angels, Vampires,
    Average Rating : 4.24 (per 4 November 2013)

    Angels' Flight:   
    In Angel’s Wolf a vampire becomes fascinated with the seductive angel who rules Louisiana. But all is not what it appears to be in her court.

    In Angels’ Judgment a hunter must track one of her own gone bad, while surviving the deadly tests placed in her way by the archangels themselves. Unexpected backup comes from a stranger who might just be the most lethal threat of all...

    Plus FIRST TIME IN PRINT

    In Angels' Pawn a vampire hunter faces off against two rival factions and the angel manipulating them both, and a vampire whose help is not entirely selfless...

    And NEVER BEFORE PUBLISHED

    In Angels’ Dance an angel trapped in the mountain stronghold of the Refuge finds herself under siege by a warrior angel from a martial court.

    Angels' Flight merupakan antologi yang berisi empat novella dari dunia Guild Hunter. Angels' Flight terdiri dari Angels' Pawn (0.5), Angels' Judgment (0.6), Angels' Wolf (3.5), dan Angels' Dance (0.4).

    Angels' Pawn menceritakan Ashwini dan Janvier.

    Thursday, October 31, 2013

    Reading Challenge October Update


    Hiyaa :)
    Berhubung sekarang (tepatnya malam ini) aku masih harus belajar Matematika Teknik buat (kan masih UTS di kampusku *nangis mojok di kamar*), postingan kali ini harus singkat dan padat. Jadi langsung aja...

    Untuk RC yang pertama ini sebenarnya favoritku--kan aku lagi ada personal mission yaitu menyelesaikan buku-buku In Death (sampai Thankless In Death) sebelum bulan Desember berakhir. Dan di bulan ini aku berhasil menyelesaikan:

    1. Promises in Death (In Death 28)
    2. Kindred in Death (In Death 29)
    3. Missing in Death (In Death 29.5)
    4. Fantasy in Death (In Death 30)
    5. Indulgence in Death (In Death 31)

    Sementara untuk RC What's In A Name, aku berhasil baca dua buku (meskipun ternyata dua-duanya erotika dan satunya malah BDSM berat............ #hening)

    1. Untaming Lily Wilde
    2. Owning Wednesday
    Untaming Lily Wilde adalah cerita tentang Lily Wilde, cewek yang setelah putus dari pacar brengseknya, memutuskan untuk hidup 'liar' dan menikmati kebebasan seksual. Ketemulah dia sama Sebastian Harper, cowok yang ternyata sering menghosting 'pesta' di mansionnya. Masalah dari buku ini (yang nggak aku suka) adalah meskipun aku nggak terlalu opposed sama cerita erotika yang banyak cowoknya, tapi di buku ini malah kesannya nggak jelas. Lily berhubungan intim dengan banyak pria selain Seb...dan kesan romance-nya sama Seb malah ilang. Okelah, tapi kan ya ampun plotnya sebenernya ini gimana sih? Kan jadi bingung cowoknya sebenernya yang mana....

    WARNING. Karena ini buku BDSM (dan aku nggak tahu apakah pembaca blog ini ada yang tahu--dan tidak menentang--keberadaan genre ini atau malah membenci genre ini) ada banyak istilah D/s yang nggak aku translasikan demi kenyamanan berbahasa #ceilaah. Buat yang nggak suka genre BDSM, well, pokoknya aku udah kasih warning lho ya. Owning Wednesday lebih 'gelap' lagi. Wednesday Carson dimiliki oleh seorang master, dan emang sejak awal keliatan banget sifat submissive-nya. Dia terlibat hubungan D/s permanen dengan Vincent, pria yang jauh lebih tua darinya. Kemudian, suatu hari Vincent memutuskan untuk nge-share Wednesday dengan Daniel Laurent, mantan murid Vincent. Pada akhirnya, Vincent 'melepaskan' Wednesday pada Daniel, dan Daniel-Wednesday membangun hubungan yang awalnya mirip hubungan D/s biasa, tapi makin berkembang menjadi cinta yang tulus di antara mereka. Diantara banyaknya adegan BDSM (no details, sorry) plot serta karakterisasi Owning Wednesday masih lebih bagus daripada Lily Wilde. Lebih romantis (dan hot juga)

    Anyway, rasanya itu diktat MaTek mulai memanggil deh *ngelirikin binder dan Aljabar Linear*. Review akan segera datang (setelah ujiannya selesai tapi, hehe). Masih ada dua bulan lagi untuk menyelesaikan kedua RC ini, dan aku bener-bener berharap bisa beres sebelum Natal nanti. Happy Halloween dan Adieu :)

    Monday, October 21, 2013

    Review: Darkness Before Dawn


    Judul : Darkness Before Dawn
    Seri : Darkness Before Dawn Trilogy #1
    Author : J. A. London
    ISBN : 006202065X (ISBN13: 9780062020659)
    Edisi : English Paperback (Mei 2012) by Harper Teen
    Genre : Young Adult, Paranormal, Vampires, Dystopia, Romance, Urban Fantasy
    Average Rating : 4.00 (per 22 Oktober 2013)

    Darkness Before Dawn:   
    Only sunlight can save us.

    We built the wall to keep them out, to keep us safe. But it also makes us prisoners, trapped in what's left of our ravaged city, fearing nightfall.

    After the death of my parents, it's up to me—as the newest delegate for humanity—to bargain with our vampire overlord. I thought I was ready. I thought I knew everything there was to know about the monsters. Then again, nothing could have prepared me for Lord Valentine . . . or his son. Maybe not all vampires are killers. Maybe it's safe to let one in.

    Only one thing is certain: Even the wall is not enough. A war is coming and we cannot hide forever.

    "I like you, Dawn. I've seen a lot of humans, from far away and up close. I've never met one like you. I think you're the closest thing to a sunrise I'll ever see." -Victor Valentine, Ch. 21
    The vampires took everything from me, but I'm looking into the eyes of one who has the power to give me back a reason to live, who can heal my gaping hole of sorrow." -Dawn Montgomery, Ch. 26

    Meskipun distopia bukan genre yang bikin aku histeris banget, tapi Darkness Before Dawn 'mengingatkanku' kenapa banyak yang terpesona sama genre ini. Darkness Before Dawn mengarah ke paranormal-distopia, dan salah satu buku YA yang aku sukai tahun ini.

    Saturday, October 19, 2013

    Behind The Covers: Playlist Spellbound



    Tadi siang, aku posting review Spellbound-nya Cara Lynn Shultz. Dan waktu baru aja aku ngebuka daftar isi bukunya, aku inget ada playlist yang disertakan Cara buat para pembaca. Sebagian artisnya asing buatku, sebagian lagi nggak.

    Apalagi kan ceritanya baik Brendan maupun Emma sama-sama penggila musik :)
    So, check this out


    Dikutip dari Spellbound

    Brendan and Emma are both devoted music fans—Brendan likes to tease Emma that she’s a musicologist—and they often retreat into their iPods to find solace. Here are just a few of the songs they’ve been addicted to.


    “Runaway” by Linkin Park
    Emma listens to this song back in Keansburg High, when, ostracized by her classmates and friends, she eats
    alone in the library.

    “Sounds of the City” by Bouncing Souls
    The summer before junior year, Brendan often listens to this song, not aware how prophetic is.

    “Carousel” by Blink-182
    When Emma struggles with her attraction to Brendan, she listens to this song on repeat while jogging in Central Park.

    “Hurricane” by Something Corporate
    They’ve never admitted it to each other, but both Brendan and Emma listen to this song after hanging out for the first time at the Met. It captures the thrill—and terror—of being on the precipice of falling hard for someone.

    “Stand Inside Your Love” by Smashing Pumpkins
    After Brendan snubs her at school, Emma plays this while running along the East River—before the lights begin exploding.

    “My Life Inside Your Heart” by Rise Against
    Brendan is listening to this song when he walks into the quad and sees Anthony threatening Emma.

    “Six Feet Under the Stars” by All Time Low
    This song is playing when Brendan decides to take Emma to Belvedere Castle for their first date.

    “Miracle” by Paramore
    Emma listens to this song while walking to school alone after she and Brendan spend the afternoon at his house.

    “Just Like Heaven” by The Cure
    After they’re officially a couple, Brendan listens to this classic while waiting for Emma outside school. He’s always liked the song but never quite relates to it until now.

    “What It Is to Burn” by Finch
    After visiting his grandfather’s house and reading Robert’s journals, Brendan is in emotional hell, having a hard time reconciling the curse’s inevitable outcome with his pull to Emma.

    “Church on Sunday” by Green Day
    When Emma recuperates at home, Brendan finds himself listening to this song every time he visits her.

    “The Adventure” by Angels & Airwaves
    After Emma brings Hadrian’s Medieval Legends to Brendan’s house—and they realize they’ve broken the curse and this adventure, at least, is over—Brendan put his iPod on shuffle and this song appropriately comes on. Another bit of magic?

    Nah, semoga bukan spoiler ya, hehe. Tapi, selain mencari kutipan atau quote, aku suka juga mencari playlist buku-buku (terutama resmi dari penulisnya!)
    Oh ya, omong-omong soal playlist, aku baru ingat Fifty Shades 2 dan 3 juga punya. Besok aja kali ya ;)

    Random: Baca Printed atau Ebook?

    Source

    Yang doyan baca buku impor atau buku English pasti tahu dan pernah baca buku digital atau Ebooks kan? Di luar negeri (e.g. Amerika Serikat atau negara-negara Eropa), para penerbit biasanya menyediakan dua jenis buku yang diterbitkan: printed atau ebook.

    Review: Spellbound


    Judul : Spellbound
    Seri : Spellbound #1
    Author : Cara Lynn Shultz
    ASIN : B004Z2I5GK
    Edisi : English Kindle (Juni 2011)
    Genre : Young Adult, Paranormal, Fantasy, Magic, Romance
    Average Rating : 3.93 (per 19 Oktober 2013, 10.15)

    Spellbound:   
    What's a girl to do when meeting The One means she's cursed to die a horrible death?

    Life hasn't been easy on sixteen-year-old Emma Connor, so a new start in New York may be just the change she needs. But the posh Upper East Side prep school she has to attend? Not so much. Friendly faces are few and far between, except for one that she's irresistibly drawn to—Brendan Salinger, the guy with the rock-star good looks and the richest kid in school, who might just be her very own white knight.

    But even when Brendan inexplicably turns cold, Emma can't stop staring. Ever since she laid eyes on him, strange things have been happening. Streetlamps go out wherever she walks, and Emma's been having the oddest dreams: visions of herself in past lives—visions that warn her to stay away from Brendan. Or else.

    "Spellbound! I was spellbound by you, and to be honest, it took me a little off guard."
    -Brendan Salinger, Ch. 14

    Akhir-akhir ini aku cukup merasa bersyukur karena buku-buku yang kubaca, semuanya minimal menghibur. Mungkin karena moodku juga nggak jelek-jelek amat, atau karena lagi seneng. Anyway, hari ini aku mengkhususkan spesial empat postingan, karena aku nggak bikin Turning Nineteen. Gara-gara Kamis kemarin ngerjain tugas Anatomi, jadinya, script Turning Nineteen yang minimal tanggal tujuh belas udah jadi dan tinggal posting, bulan ini lagi-lagi nggak bisa diwujudkan. Mungkin ada yang penasaran sama tema Turning Nineteen, sebenarnya hari ini aku mau nulis tentang Kate Daniels, tapi karena biasanya aku ngelakuin riset dulu sebelum nulis dan minggu ini nggak sempet, Kate Daniels bakalan aku bahas bulan depan. Atau di fitur Behind the Covers. Yang mana duluan deh.

    Friday, October 18, 2013

    Review: Fusion


    Judul : Fusion
    Seri : The Patrick Chronicles #2
    Author : Nicole Williams
    ASIN : B0098QU6K6
    Edisi : English Kindle (September 2012)
    Genre : New Adult, Paranormal, Romance
    Average Rating : 4.10 (per 19 Oktober 2013 jam 9.30)

    Fusion:   
    Patrick Hayward isn’t used to feeling helpless. He’s a man of action used to controlling his destiny. But falling in love with Emma Scarlett had a way of upending everything, his sanity included.

    Locked away as inmate number one-three-seven-oh for a crime he didn’t commit, Patrick spends his days slopping toxic sludge onto trays, resisting the urge to tear the scratchy, orange jumpsuit from his body, and making sure every hardened criminal behind bars with him knows he’s the biggest and baddest of them all. With the help of his handy little gift of teleportation, his nights are spent watching a certain green eyed goddess from the shadows.

    When he discovers a couple of Inheritors stalking her one night, he realizes the obstacle of explaining who and what he is to Emma might not be the biggest battle they face.

    Emma: What kind of a future do you envision for us, Patrick?
    Patrick: What kind of a future do you want?
    Emma: One with you.

    Patrick Hayward rocks!

    Kalau yang belum baca review Fissure-ku, silakan baca dulu di sini.
    Aku inget banget kesan pertamaku setelah baca Fissure. Memulai pengalaman baca POV cowok dari Patrick itu keputusan yang sangat bagus. Patrick itu lucu, romantis, loyal, dan segalanya. Smartass juga.

    Di buku kedua ini, Patrick dipenjara sodara-sodara. Kalau ada yang udah baca Fissure, tahu kan kenapa. Buat yang belum baca, ya aku nggak bakal ngasih tahu, hehe. Dipenjara bukan berarti Patrick jadi 'terkungkung'. Dia kan imortal, dia bisa teleportasi kemana aja, jadi nggak masalah buat dia. Patrick juga masih bisa menguntit Emma--plus melindunginya.

    Masalahnya, Emma belum tahu kalau Patrick itu imortal, dan ada yang mengincar mereka berdua untuk balas dendam. Patrick jadinya harus segera memberi tahu Emma kalau dia dalam bahaya, dan juga siapa Patrick sebenarnya.

    Akhir ceritanya sangat nggak terduga, dan cukup mengharukan--meskipun agak aneh juga. No spoiler here. Memang bukunya nggak selucu dan aku nggak terlalu banyak ketawa di buku kedua karena Fusion auranya lebih serius. Ini masalah yang, meskipun alay, emang menyangkut hidup mati mereka.

    Jujur aja aku lebih suka sama Patrick daripada William, yang, dengan malu harus aku akuin, bukunya belum kelar. Atau karena aku lagi bosen aja ya baca dari POV cewek? Pokoknya, this series is better than Eden series. Sedangkan sekarang aku lagi nyoba nyelesaiin Crash, sama-sama dari Nicole Williams. Semoga aja aku juga menyukai Crash.


    Thursday, October 03, 2013

    Review: Entwined with You


    Judul : Entwined with You
    Seri : Crossfire #3
    Author : Sylvia Day
    ISBN : 0425263924 (ISBN13: 9780425263921)
    Edisi : English Paperback (Juni 2013) by Berkley Sensation
    Genre : Adult, Contemporary, Erotica, Romance, Fiction
    Average Rating : 4.08 (per 3 Oktober 2013)

    Etwined with You:   
    The worldwide phenomenon continues as Eva and Gideon face the demons of their pasts, and accept the consequences of their obsessive desires…

    From the moment I first met Gideon Cross, I recognized something in him that I needed. Something I couldn’t resist. I saw the dangerous and damaged soul inside–so much like my own. I was drawn to it. I needed him as surely as I needed my heart to beat.

    No one knows how much he risked for me. How much I’d been threatened, or just how dark and desperate the shadow of our pasts would become.

    Entwined by our secrets, we tried to defy the odds. We made our own rules and surrendered completely to the exquisite power of possession…

    "If I'd known you were out there, I would've hunted you down. I wouldn't have waited a second to find you. But I didn't know, and I settled for less. So did you. We both wasted ourselves on the wrong people." - Gideon Cross, Ch. 2
    "I'm never happier than when I'm with you." - Eva Tramell, Ch. 5
    "Day One of my life was the day I met you." - Gideon Cross, masih Ch. 5
    Dan begitu banyak kutipan-kutipan lain dalam buku ini, tapi tiga di atas menduduki top position dari buku ini.

    Entwined With You membuatku nyaris bertepuk tangan di akhir ngebacanya. Aku inget, baca buku ini sambil diem-diem ngendon di kamar, cuma ditemani secangkir gede Good Day Vanilla, nggak bergerak sampai harus digetok Mama pake sapu disuruh mandi karena udah malem. Fiuh. Lega waktu akhirnya selesai baca nih buku.

    Wednesday, October 02, 2013

    Review: Ceremony in Death


    Judul : Ceremony in Death
    Seri : In Death #5
    Author : J. D. Robb
    ASIN : B000PDYVXY
    Edisi : English Kindle (Pertama terbit Mei 1997)
    Genre : Mystery, Romanctic Suspense, Adult, Science-Fiction,
    Average Rating : 4.22 (per 1 Oktober 2013 jam 6.50)

    Ceremony in Death:   
    Even in an age of cutting-edge technology, old beliefs die hard...

    Conducting a top secret investigation into the death of a fellow police officer has Lieutenant Eve Dallas treading on dangerous ground. She must put professional ethics personal loyalties. But when a dead body is placed outside her home, Eve takes the warning personally. With her husband, Roarke, watching her every move, Eve is drawn into the most dangerous case of her career. Every step she takes makes her question her own beliefs of right and wrong - and brings her closer to a confrontation with humanity's most seductive form of evil...

    Goodreads

    “For once, he slept first. She lay in the dark, listening to him breathe, stealing a little of his warmth as her own body cooled. Since he was asleep, she stroked his hair. "I love you," she murmured. "I love you so much, I'm stupid about it."
    With a sigh, she settled down, closed her eyes, and willed her mind to empty.
    Beside her, Roarke smiled into the dark.
    He never slept first.”
    Chapter 11

    Ceremony in Death bisa dibilang salah satu dari sekian buku In Death yang lumayan bizarre. Ceritanya tentang sihir, sekte pemuja setan, dan praktikan wicca. Mungkin sebagain udah tahu ya, wicca itu apaan. Katanya sih itu sihir putih.

    Balik ke bukunya. Kali ini Eve menyelidiki kematian Frank Wojinski, seorang polisi veteran, yang kebetulan juga teman dekatnya Feeney. Resminya Frank mati karena kena serangan jantung, tapi Commander Whitney memerintahkan Eve untuk menyelidiki karena ada keanehan-keanehan dalam kematian Frank. Nggak disangka, ternyata Eve malah berurusan dengan para pemuja setan dan penyihir. Pikiran logis Eve sih yakiiin banget kalau sihir menyihir dan segala macamnya itu cuma hocus-pocus.

    Saturday, September 28, 2013

    RC Update: Bacaan Bulan September

    Berhubung sekarang bulan September udah mau abis, dan karena weekend ini aku bakalan sibuk ngurusin beberapa hal, aku memutuskan untuk update hari ini aja. Lagian, takut kelupaan XD

    Update pertama adalah


    Udah lamaa banget nggak update RC yang satu ini. Bulan ini, aku cuma bisa baca 1 buku baru, Darkness Before Dawn. Tokoh utamanya, Dawn Montgomery, adalah seorang duta besar manusia untuk pemimpin vampir, dimana di dunianya, vampirlah yang berkuasa dan manusia terdesak hingga harus tinggal hanya di beberapa kota utama saja di Amerika. Dunianya nyeremin, nggak kayak Guild Hunter atau The Hunger Games. Di dunia Dawn, manusia tidak bisa tinggal di luar dinding kota karena terlalu berbahaya dan vampir malah merajalela. Selain Dawn, aku juga ngebaca ulang Jane. Ceritanya Jane katanya sih mirip Jane Eyre. Jane Moore bekerja di estate Nico Rathburn, seorang bintang rock, untuk menjadi babysitter anak Nico, Maddie. Ceritanya romantis-aneh sih, tapi karena iseng aja kehabisan buku, ya udah deh :)

    Kemudian, RC kedua adalah *jreng jreng jreng jreng*


    Untuk RC yang ini, aku fokusnya ke J. D. Robb karena terlanjur kesengsem sama serial In Death. Dan lagi, In Death adalah satu dari sekian sedikit buku detektif yang nggak bikin aku eneg bacanya. Total bulan ini ada 5 dari seri In Death yang kubaca. Yang pertama adalah Innocent in Death (In Death #24), Eternity in Death (In Death #24.5), Creation in Death (In Death #25), Strangers in Death (In Death #26), dan Salvation in Death (In Death #27). Dari kelima buku ini, favoritku adalah Innocent in Death. Kenapa? Baca di sini yaa ;)

    BTW, nggak kerasa ya tahun 2013 tinggal tersisa 3 bulan. Berarti hanya tiga bulan untuk menyelesaikan sisa In Death dan RC-RC lainnya #wistful

    Thursday, September 26, 2013

    Kata Kate Daniels...

    Iseng-iseng barusan main ke website Ilona Andrews, eh siapa tahu Clean Sweep udah diupdate. Ternyata, pffft. Sejak bulan Mei masih aja belum diupdate! #geregetan
    Every week, my butt.
    Karena udah terlanjur kesengsem sama Sean dan Dina, jadi ya udah deh. Nunggu...mau berapa lama lagi?? #nangishisteris

    Karena geregetan itulah, aku malah melanglangbuana kemana-mana, dan ketemulah something yang dinamai Find Your Place in Kate's Atlanta. Namanya aja iseng dan bosen nungguin giliran main di praktikum Anatomi Manusia, ya udah lah. Main aja. Ternyata, menurut Kate Daniels...

    Pack

    Pack

    You are a shapeshifter of the Pack. Family is the most important thing to you. You don't trust outsiders and while you're fanatically loyal to your friends, you're courageous and aggressive and emotions tend to occasionally get the better of you. You value loyalty, obedience, restraint, and duty above all.

    More about the Pack and other factions: http://kate.ilona-andrews.com/category/factions/

    Which Faction do you belong to?


    Haha, ternyata aku ditakdirkan menjadi bawahan Curran. Hmph. Nggak apa-apa sih, hehe. Beast Lord may be beastly and scary as hell, tapi seenggaknya nggak terlalu banyak politik seperti People atau Order.

    Oke, saatnya nyari kuis gaje lagi...

    Review: In Flight


    Judul : In Flight
    Seri : Up In The Air (buku 1)
    Author : R. K. Lilley
    ASIN : B009UFDW9W
    Edisi : English Kindle Edition (20--) by
    Genre : BDSM Contemporary, Romance, Adult
    Average Rating : 4.18 (per 26 September 2013 jam 12.00 pm)

    In Flight:   
    When reserved flight attendant Bianca gets one look at billionaire hotel owner James Cavendish, she loses all of her hard-won composure. For a girl who can easily juggle a tray of champagne flutes at 35,000 feet in three inch heels, she finds herself shockingly weak-kneed from their first encounter. The normally unruffled Bianca can't seem to look away from his electrifying turquoise gaze. They hold a challenge, and a promise, that she finds impossible to resist, and she is a girl who is used to saying no and meaning it.

    Bianca is accustomed to dealing with supermodels and movie stars in her job as a first class flight attendant, but James Cavendish puts them all to shame in the looks department. If only it were just his looks that she found so irresistible about the intimidating man, Bianca could have ignored his attentions. But what tempts her like never before is the dominant pull he seems to have over her from the moment they meet, and the promise of pleasure, and pain, that she reads in his eyes.

    This book is intended for ages 18 and up.
    Goodreads

    "I never had a type until I met you, James. And now I suppose my type would be impossibly beautiful men with honey colored hair, turquoise eyes, and an unexplainable, perpetual tan. There wasn't any BDSM porn available with that 'type'."
    Bianca, Chapter 25 - Mr. Shameless.

    WARNING: Penuh adegan kipas-kipas dan BDSM. Tidak dianjurkan untuk usia dibawah 18, tidak kuat jantung, dan tidak suka sama adegan serta kata-kata eksplisit.

    Maksudku kipas-kipas ini sampai pada titik saking-panasnya-sampai-harus-baca-di-depan-kipas-angin-kecepatan-full #ngaco #alay

    Mungkin kemaren gara-gara baru ngebahas Fifty Shades ya, dan kebetulan juga ide BDSM kontemporer juga lagi marak di pasaran genre Amerika. Misalnya aja nih, trilogi This Man (Jodi Ellen Malpas), belum juga Crossfire, lalu ada lagi The Blackstone Affair. Kisah-kisah serupa tapi tak sama ini bener-bener menarik dan juga ada berbagai macam sisi dan dimensi cerita. Up In The Air mulanya adalah salah satu rekomendasi Goodreads setelah aku baca Crossfire. Karena aku kepengen aja ngebandingin Crossfire dan Fifty Shades dengan cerita-cerita serupa, ya aku nyari lah di internet.

    In Flight, buku pertama dari serial ini, dimulai dengan penerbangan menuju New York. Bianca Karlsson adalah seorang pramugari. Bianca berusia 23 tahun, pirang dengan fitur orang Skandinavia (bapaknya Swedia), dan tentu saja, masih polos soal seksualitasnya sendiri. Bianca punya sahabat gay, Stephan, sama-sama pramugari. Bianca bertemu James Cavendish beberapa waktu sebelumnya, dan mereka ketemu lagi di penerbangan ini. James Cavendish sendiri tipe pria dominan yang tahu apa yang dia mau, dan James menginginkan Bianca. James menyatakan ketertarikannya, dan Bianca sendiri juga cukup penasaran pada James untuk menerima ajakan James 'berkencan'.

    James nggak semenyebalkan Mr. Grey dalam hal sifat. James perhatian sama Bianca, emang agak cepet jengkel (yah kan dia terbiasa memerintah dan langsung diturutin), tapi nggak terlalu tertutup dan lumayan jujur sama Bianca. Aku suka sama usahanya untuk merebut hati Bianca, dimana dia berusaha untuk mengakomodasi kebutuhan Bianca dan memuaskan keinginannya sendiri. Dia sweet, agak boyish juga, tapi protektif dan posesif sekali. Kurasa keprotektifan dan keposesifan si cowok bakalan jadi highlit sifat dasar cerita-cerita kontemporer deh.

    Bianca sendiri punya masa lalu yang abusif. Jadi dia nggak terlalu percaya sama James, pada awalnya, karena Bianca terbiasa bergantung hanya pada Stephan dan sikapnya agak apatis-sinis. Dia juga sering merasa insecure karena James tipe pria sukses dengan sejarah kencan yang lebih daripada Bianca sendiri. Well, dari sini agak kayak Fifty Shades lah. Seenggaknya Bianca berusaha independen dan kengototannya untuk nggak tergantung sama James patut diacungi jempol. Kedengaran keras kepala? Iya lah. Nggak seru juga kalau ceweknya gampang nyerah, hehe.

    Mengenai tema BDSM, emang dalam In Flight James sudah dari awal bilang dia itu seorang Dom, jadi Bianca diharapkan untuk 'memenuhi' perannya sebagai seorang Sub di kamar. Jadi ya, adegan BDSM-nya cukup detil dan eksplisit. Tapi selain dari isu BDSM, ceritanya sendiri menarik meskipun di tengah-tengah agak membosankan (apalagi kalau udah baca Fifty/Crossfire). Aku suka aja sama background Bianca dan James, dan juga Stephan. Hubungan Bianca-Stephan yang mirip anak kembar dan Stephan yang rela melakukan apa aja untuk Bianca emang menjadi salah satu hal yang aku suka. Chemistry antara setiap tokoh, lengkap juga dengan tokoh jahatnya, semuanya bagus. Menurutku, dibandingkan Fifty, mendingan ini aja deh yang jadi film. Lebih dramatis dan thrilling :)



    Thursday, September 19, 2013

    Turning Nineteen #7: Fifty Shades by E. L. James



    Too much? Nah, tapi aku suka banget memulai postingan bulan September pake lagunya Daughtry. Well, sekarang hari Kamis, di bulan September. Dan tanggal 19 pula. Emang udah malem, karena modem dan koneksi internetku lagi ngaco. Which means, saatnya Turning Nineteen :)

    Bulan Agustus aku nggak bikin meme ini karena waktu itu lagi sibuk ngurusin masalah ospek buat mahasiswa baru. Dan karena bulan September berarti semester baru udah dimulai (udah jalan dua minggu), aku kembali ke kesibukan biasa sebagai seorang pelajar. Dan untungnya lagi, lucky lucky me, hari ini kuliahnya cuma Anatomi! Whoopee! Oke. Balik ke Turning Nineteen.

    Bulan ini, aku kepengen ngebahas Fifty Shades. Mungkin beberapa dari kalian yang ngebaca ini, terutama yang nggak terlalu ngefans sama Fifty Shades, pasti langsung mengerang. Aku tahu kok, seperti Twilight, Fifty Shades nerima banyak rating bagus, dan juga rating jelek. Why Fifty Shades? Dan kenapa ada yang sukaaaaa banget sama bukunya (sampai ke titik obsesif), tapi kok bisa dinobatkan oleh Goodreads sebagai salah satu buku yang paling banyak nggak selesainya? (Berdasarkan postingan Mbak Ren)


    Aku sendiri sih ngasih rating macam-macam lah untuk tiap bukunya, mungkin ngambang di antara tiga dan tiga setengah. E.L. James sendiri sempat mengakui kalau Fifty Shades itu awalnya adalah Twilight Fanfiction, tetapi karena respon pembaca cukup baik, dia merombak ceritanya dan jadilah Fifty Shades ini. Fifty Shades punya struktur cerita membingungkan, menurutku, dengan karakter yang sama-sama bikin frustrasi dan tokoh cowok yang begitu penuh enigma, agak pusing juga bacanya. BTW, bukunya cuma tiga lho, makes this one as a trilogy. Fifty Shades of Grey, adalah awal pertama si tokoh utama Anastasia Steele bertemu pria-tampan-nan-kaya-nan-seksi-dan-ternyata-kinky Christian Grey. Christian Grey emang
    bukan jelmaan tokoh 'manusia' cowok favoritku (itu sih jatuhnya ke Roarke, walaupun aku gak yakin Roarke itu manusia #tepokjidatsendirikebawaRoarke), tapi dia cute juga, hehe. Di Fifty Shades Darker, Ana dan Christian berusaha untuk menjalani rintangan di depan mereka. Tambah aneh aja di buku kedua ini karena kebanyakan drama, sebenernya. Sedangkan di buku ketiga, Fifty Shades Freed, sebagai puncaknya tentu udah pada bisa nebak kan? Yup. They get married, meskipun menikah bukan berarti mereka udah bebas argumen atau bebas masalah. Malah kayaknya dramanya makin heboh.

    Masalah utama buku ini sebenernya cuma satu, yaitu Anastasia yang insecure dan nggak yakin sama Christian, tapi Christian sendiri punya masalah yang sama. Mereka sama-sama berpikir kalau mereka nggak layak untuk satu sama lain. Bikin bete kan? Akhirnya ceritanya muter-muter aja dari satu problem ke problem lainnya, yang sebenarnya berakar pada kecemburuan Anastasia dan rasa takut Christian karena masa lalunya yang bebas. Mereka sama-sama berusaha untuk menjalin hubungan di tengah issue pribadi mereka, dan kadang sampai bikin yang satu jengkel banget pada yang lainnya.

    Hubungan dan chemistry antara Anastasia dan Christian sendiri menurutku nggak terlalu kerasa. Kayaknya si penulis terlalu sibuk menjelaskan problem pribadi Anastasia/Christian, dan dilema yang dialami Anastasia. Kalau nggak dilema, ya Christian yang terlalu posesif lah, atau terlalu mengekang. Anastasia juga terkesan spineless. Ini lebih seperti cinta pada pandangan pertama yang agak dipaksakan, karena tiba-tiba aja Christian mengejar-ngejar Anastasia dan berusaha mendominasinya. Yah, namanya juga dia seorang Dom. Tapi Christian bahkan nggak berpura-pura untuk coba mengenal Anastasia dulu sebelum menawarkan kontraknya yang gila itu. Jujur aja, baca bagian dimana kontraknya di jelaskan panjang lebar bikin aku capek. Christian memang agak pemaksa (dan dia nggak segila, ehem, Mr. Ward dari This Man), tukang kontrol, moody, obsesif, dan semacamnya, tapi dia juga kelihatan menghargai Anastasia, mencintainya, ada sisi jailnya juga. Ada satu hal yang bikin aku risih: kebiasaannya menelengkan kepala! Dan juga tingkahnya kadang itu bisa dibilang, borderline on crazy and childish. Aduh, untuk image seorang miliuner tukang kontrol kayak dia, rasanya nggak cocok deh!

    Anastasia Steele juga karakter yang nggak menarik buatku. Pertama, dia tergantung sekali sama Christian. Jarang banget dia make a stand buat dirinya sendiri. Lalu setelah beberapa bagian, aku jadi sadar Anastasia punya kepribadian ganda. Habis dia punya dirinya sendiri (saat bicara normal), lalu subconscious-nya, dan si Inner Goddess. Anastasia pribadi yang agak pendiam, sementara subconscious-nya itu pribadi yang paling bijaksana, dan Inner Goddess adalah pribadi nakalnya. Buset. Kesannya jadi nggak keren banget harus ngobrol dulu sama kepribadiannya yang lain sebelum dia memutuskan sesuatu. Ini bikin aku nggak suka.

    Ada banyak sekali fakta-fakta menarik yang diungkapkan blogger lain soal Fifty Shades, yang akunya sendiri nggak nyadar, tapi setelah baca aku jadi nyadar. Silakan aja baca postingan di bawah ini.

    50 Things About 50 Shades (of Grey)

    Dan penulis blog Read, React, Review juga bikin postingan ini:
    Fifty Alternatives to Fifty Shades of Grey

    Sejauh ini, memang ada banyak buku/seri yang mirip-mirip Fifty Shades dari segi plot, dengan variasi karakter yang nggak terlalu bervariasi. Rata-rata sih featuring cowok ganteng ampun-ampunan+kaya raya+dominan di ranjang+punya masa lalu yang merusak, kemudian cewek yang agak insecure+nggak yakin sama dirinya sendiri+cantik+dan punya tendensi sebagai submissive. Wow, talking about small portion of BD in BDSM is weird for me, karena setahun lalu aku bahkan nggak akan menyentuh buku berbau BDSM. Tapi, dari semua itu, aku paling suka sama Crossfire, atau The Blackstone Affair, dimana cowoknya masih lebih sensitif dibanding Mr. Grey dan kepribadiannya masih lebih bagus. Malah di Up In The Air, yang masa lalu tokoh ceweknya, Bianca, jauh lebih hancur dari Anastasia, tapi kesannya dia malah lebih 'natural' dan apa adanya. Ada yang cowoknya lebih parah, misalnya di This Man, si Jesse jauh lebih gila dan lebih mercurial dibandingkan Mr. Grey. Oh, well.

    Ada yang berharap Fifty bakalan diterjemahin ke bahasa Indonesia. Oh No!!! Sensor besar-besaran nih! Mendingan jangan, daripada ngerusak jalan cerita dan ngurangin keunikan Fifty Shades.

    Film adaptasi buku ini udah mau keluar di tahun 2014, dan sekarang dalam tahap pre-production (sepertinya). Akunya sendiri nggak terlalu antusias sama filmnya. Apalagi karena aku nggak terlalu kenal sama dua aktor yang akan memerankan Christian Grey dan Anastasia Steele. Christian Grey akan diperankan oleh Charlie Hunnam (Pacific Rim) dan Anastasia akan diperankan Dakota Johnson (The Social Network). Semoga aja filmnya jauh lebih keren dibandingkan bukunya. MTV udah pernah konfirm kok soal cast ini (baca ini)

    Source
    Source

    Saturday, August 31, 2013

    RC Update: Nora Roberts and J. D. Robb Read-a-Long


    Nggak terasa sekarang udah 31 Agustus. Pertama, Happy Birthday buat kakakku M. Mukhlis Abdillah yang ke-25 *numpang ngeksis*

    Dan yang kedua, akhirnya Ospek di Departemen Fisika Universitas Airlangga hari ini resmi kelar. Yeeey! XD FYI, saat ini kami tidak menyebut kegiatan ini sebagai ospek, melainkan PPKMB alias Program Pembinaan Kebersamaan Mahasiswa Baru.

    Eniwei, karena badanku lagi remuk banget rasanya, ditambah pilek, lalu juga kecapekan seminggu ini dateng jam 5.30 pulang jam 19.00, saya nggak panjang-panjang nulisnya. Yang penting progres to? Karena bulan Juli dan Agustus updatenya digabung, makanya aku jadiin satu disini.

    Oke.
    Yang pertama di bulan Juli. Di bulan Juli dan Agustus, aku ngebaca J. D. Robb semua karena aku pengen nyelesaiin In Death tahun ini. Jadi, di bulan Juli aku hanya bisa baca Survivor In Death (#20) dan Origin in Death (#21). Di Survivor, satu-satunya korban selamat pembantaian satu keluarga tinggal di rumah Eve dan Roarke. Sementara Eve berusaha memecahkan kasusnya, dia dan Roarke akhirnya mulai bicara rada serius soal punya anak. Which is very scary, to Eve's mind. Sedangkan di Origin, Eve mencurigai dua dokter terkenal dan paling dihormati melakukan sesuatu yang tidak etis. Apalagi karena dua orang dokter itu dibunuh dengan cara yang sama, oleh orang yang sama, sementara rahasia mereka terbongkar.

    Di bulan Agustus, aku juga total cuma bisa baca tiga buku. Pertama karena sibuk mudik, lalu sibuk nyiapin ospek--eh, salah. PPKMB. Sedangkan kemarin seminggu penuh ngejalanin ospek. Bisa makan dua kali sehari aja udah bagus -,- Jadi, selama bulan Agustus, aku cuma baca Memory in Death (#22), Haunted in Death (#22.5) dan Born in Death (#23). Di Memory, Eve kedatangan 'tamu' dari masa kecilnya: ibu asuhnya saat Eve masih baru saja ditemukan. Si ibu asuh itu berniat memeras Eve-Roarke dan membawa kenangan mengenai keburukan masa kecil Eve ke permukaan--masa kecil saat Eve dirawat si ibu asuh. Tapi, karena ibu asuh Eve itu akhirnya ditemukan tewas menjelang hari Natal, Eve akhirnya memimpin penyelidikan pembunuhan itu meskipun dia nggak suka sama si ibu asuh. Ini Natal kedua Eve dan Roarke, dan lebih sukses dibandingkan Natal pertama mereka (Holiday in Death, #7). Di Haunted in Death, gedung di Twelfth Avenue menjadi lokasi pembunuhan, sedangkan dulunya, seorang bintang muda terkenal dikabarkan tewas/menghilang di gedung itu. Eve ingin membuktikan bahwa gedung Twelfth Avenue itu nggak berhantu dan yang Eve hadapi adalah seorang manusia, bukan makhluk supernatural. Born in Death lebih seru. Mavis akhirnya mau melahirkan, sodara-sodara! Di tengah kehebohan Eve membantu persiapan kelahiran bayi Mavis-Leonardo, Eve menyelediki kasus kematian dua akuntan dan penculikan teman Mavis (yang sama-sama hamil tua), sedangkan kedua kasus itu mulai tampak saling berhubungan.

    Jadi begitulah lima buku J. D. Robb yang aku baca. Buat Nora, karena sampe sekarang belum nemu siapa yang punya bukunya buat dipinjem *hehe* jadinya aku belum baca.

    Semoga aja bulan depan progresnya lebih banyak, dan bisa nyelesaiin In Death dalam setahun ini. Minimal sampai nomer 36 lah, Thankless in Death.

    Monday, July 29, 2013

    Behind the Covers: RED dan RED

    RED= merah. Salah dong X)
    Dobel RED ini juga bukan judul album 2012 Taylor Swift ataupun single-nya yang oke itu.
    Dobel RED disini singkatan dari dua pasangan favoritku dengan kisah cinta yang nggak biasa serta paling menarik untuk diikuti. Keduanya adalah pasangan dari seri dewasa, tentu saja romance, satunya paranormal dan satunya lagi suspense.

    RED pertama adalah Archangel Raphael dan Elena Deveraux. Sedangkan RED kedua itu Roarke dan Eve Dallas. Kebetulan aja kali ya kalau mereka punya inisial yang sama? Tapi, aku nggak berniat atau berminat membandingkan kedua pasangan itu. Mereka sama-sama menduduki posisi pertama dalam hati, dan juga termasuk dalam buku A-list di deretan koleksi bukuku. Jadi, aku cuma pengen cuap-cuap dan komentar aja, hehe :D

    Ada yang belum tahu sama Guild Hunter? Guild Hunter adalah novel PNR karya Nalini Singh, malaikat sudah menjadi bagian sejarah manusia dan para archangel menguasai dunia. Tokoh utama serial ini ya Raphael dan Elena, meskipun di buku empat dan lima agak geser ke dua secondary character. Serial ini masih terdiri dari lima buku utama yang udah terbit, satu oncoming, dan empat novella. Sementara di In Death adalah romantic suspense dengan sentuhan futuristik karya J. D. Robb (nama pena lain dari Nora Roberts) setingannya berada di New York pada tahun 2058 dan manusia bergantung pada teknologi dalam semua kegiatannya. Total ada 36 buku utama yang sudah terbit, dua buku oncoming (udah ada judulnya), dan sembilan novella. Emang panjang banget, karena In Death pertama kali diterbitkan pada tahun 1995 dan sampai sekarang belum ada tanda-tanda mau selesai. Kedua punya dunia yang unik, dinamika hubungan tokoh utama yang menarik, dan juga nih, bukunya sama-sama belum keliatan mau abis, jadi bisa dibaca terus-terusan dan nggak bosen, hehe.

    RED 1: Raphael dan Elena Deveraux

    Ketika seorang vampire hunter berubah menjadi malaikat jatuh cinta pada archangel yang memimpin New York, pastinya seru dong ngeliat mereka berdua membangun hubungan yang abadi dan 'panas'. Elena awalnya berusaha nahan diri dari godaan Raphael, meskipun dia juga nyadar kalo dia tertarik banget sama Raphael.

    Hubungan mereka nggak gampang lho. Raphael adalah tipe alpha hero yang awalnya nggak suka ketika Elena ngelawan dia. Elena juga tipe alpha heroine yang nggak suka disuruh-suruh. Raphael lebih sulit mengontrol keinginannya buat nyuruh-nyuruh Elena, karena memerintah seseorang itu kegampangan banget buat Raphael, dan sebagai archangel yang kekuasaannya lumayan besar, Raphael terbiasa ngasih perintah. Elena sendiri benci disuruh-suruh dan nggak mau begitu aja jadi kekasihnya Raphael tapi nggak punya kebebasan untuk bertindak sendiri. Di buku-buku awal mereka sering berdebat soal keputusan-keputusan yang diambil Elena, atau penolakan Elena untuk nurut sama Raphael.

    Karena keduanya punya kepribadian keras kepala, rasanya asyik aja ngebaca cerita mereka. Menurutku nggak seru kalau ceweknya langsung nurut dan patuh aja sama cowoknya. I like badass women, dimana ceweknya lebih dari sekedar bisa mempertahankan diri dan bukan tipe damsel in distress atau cewek yang butuh diselamatkan dan nggak terlalu bisa disuruh bertarung. Elena kan pemburu, jadi dia juga punya insting yang tajam, refleks yang cepat, dan tangguh dalam bertarung.

    Secara fisik nih, hehe, Raphael nggak ada cacatnya sodara-sodara! Rambut hitam kelam, mata biru indah, tubuh sempurna, dan wajah malaikat, serta tambahan sayap putih dengan ujung keemasan. Hmm, yummy. Dia emang awalnya bersikap sangat dingin dan bahkan terkesan inhuman, tapi setelah ada Elena, dia mulai menghangat lagi meskipun Raphael tetap dikenal sebagai pemimpin yang tegas dan bahkan cenderung kejam. Sementara Elena sendiri berdarah campuran. Ibunya orang berdarah Prancis dengan sedikit Maroko, sementara ayahnya orang Amerika berdarah Prancis juga. Elena punya rambut platina nyaris putih dan mata keperakan, tapi kulit cokelat karena darah Maroko-nya.

    Kisah masa kecil Raphael dan Elena juga nyaris mirip. Mereka punya awal masa kecil yang indah, tapi terjadi tragedi yang membuat mereka berdua sama-sama terluka dan menjadi diri mereka yang sekarang ini. Di kasus Raphael, ibunya membunuh ayahnya sendiri dan meninggalkan Raphael. Sementara itu, kedua kakak Elena dibantai oleh vampir liar, dan ayahnya kemudian mengusir Elena. Dalam hatinya mereka berdua itu sering ngerasa sendirian.

    Cerita cinta mereka nggak kacangan, seru buat dibaca, dan juga nih: hot abis! XD Maklum, kan pecinta romance, dan tentu aja aku nggak bakalan nolak ngebaca adegan panas yang bikin kipas-kipas *digetok*

    TRIVIA:

    1. Elena punya sahabat, Sara, yang udah menikah dan punya anak. Anaknya diberi nama Zoe Elena, dan Elena juga sayang banget sama Zoe. Sara dan Elena udah bagaikan kakak adik.
    2. Elena dan Illium, salah satu pengawal elitnya Raphael, punya hubungan pertemanan yang erat karena Illium nggak menganggap Elena sebagai kelemahan Raphael, seperti orang lain.
    3. Meskipun Elena sering berburu, ternyata Elena suka banget berkebun dan dia punya koleksi bunga dari apartemennya yang sekarang menempati greenhouse di rumah Raphael.
    4. Di Guild Hunter, batu amber adalah jenis batu yang menunjukkan komitmen seseorang. Raphael memberi Elena anting-anting amber, sedangkan Elena ngasih Raphael cincin dengan tulisan knhebek, bahasa Maroko untuk 'aku mencintaimu'.
    5. Hadiah pertama Raphael untuk Elena adalah sebuah mawar yang diukir dari berlian utuh, Destiny's Rose.
    6. Meskipun Raphael nggak terlalu setuju sama keputusan Elena kembali ke Guild, tapi Raphael tetap memanggil Elena Hunter. Selain itu, pada momen-momen tertentu, Raphael memanggilnya hbeebti (sayang dalam bahasa Maroko).
    7. Elena dan Raphael jarang latihan tarung barengan, tapi Elena menikmati berlatih dengan Raphael.


    RED 2: Roarke dan Eve Dallas

    Awalnya kenal In Death dari Mbak Ren, yang ngakunya cinta berat sama Roarke. Pertama kali ketemu buku Witness in Death di toko buku, sekitar dua tahun lalu, dan ngeliat banyak orang cinta sama Roarke, akhirnya aku nyoba baca buku pertamanya. Seperti ikan yang kesangkut kail dan keseret, aku langsung kecantol sama Roarke dan ketagihan baca In Death. Karena udah hampir dua dekade dan bukunya lebih dari sepuluh, awalnya keder juga bacanya, tapi pada akhirnya aku oke-oke aja.

    Dunianya sama uniknya nih, sama Guild Hunter. Ini tahun 2058, di New York, dimana teknologi begitu mendominasi, tapi manusia dari dulu sampai sekarang sama aja, pembunuhan masih sering terjadi dengan motif-motif yang aneh. Letnan Eve Dallas tipenya penyendiri, dan agak susah menjalin hubungan karena emang dia agak tertutup. Eve tangguh, ulet, nggak gampang nyerah, dan keras kepala banget.

    Pada suatu hari kasus, Eve menyelidiki sebuah kasus pembunuhan dengan daftar tersangka yang cukup pendek. Salah satu tersangkanya adalah Roarke, pria terkaya di dunia dengan masa lalu yang nggak jelas serta reputasi menarik. Pandangan pertama mereka sama-sama membekas dan berkesan banget, meskipun mereka berdua ketemu di acara memorial pemakaman salah satu korban. Eve bener-bener ragu dan nggak tahu harus gimana menghadapi ketertarikannya pada Roarke, serta kengototan Roarke mengejar Eve. Roarke, yang daftar mantan kekasihnya juga banyak, awalnya juga agak nggak nyaman karena perasaannya ke Eve beda dengan perasaannya pada cewek lain.

    Hubungan mereka berdua berkembang, meskipun nggak pesat banget, tapi gradual dan dalam tempo yang nyaman. Karena Eve seorang polisi, bagian pembunuhan pula, dia sering dapat kasus menarik. Kadang kasusnya menyeret Roarke (pernah sebagai korban dan target, sebagai tersangka juga pernah). Roarke sering melibatkan diri dalam investigasi, dan pada akhirnya sering menjadi expert consultant, civilian. Eve nggak terlalu paham gimana jadi istri pengusaha dan nggak suka datang ke acara-acara amal atau makan malam, apalagi pesta. Tapi, Roarke selalu paham dan ngertiin Eve. Bahkan nih, menurut Eve, Roarke lebih hebat dalam perannya sebagai suami seorang polisi, dan Eve payah dalam menjadi istri pengusaha. Mereka sama-sama berusaha untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri, serta bekerja sama. Ada waktu dimana mereka bertengkar, saling marahan, dan saling gondok. Pada akhirnya semua permasalahan itu selesai dengan damai, plus tambahan makeup sex yang cukup hot. Seringnya sih, Roarke lebih punya sifat romantis ketimbang Eve, dan Roarke sering banget mengurus Eve yang kadang mengabaikan kesehatannya sendiri saat menyelesaikan kasus. Pernah Eve sampai sakit demam lho, dan bikin Roarke panik. Segi penceritaan perasaan mereka berdua juga bagus banget, dan rasanya nyata. Sampe hati ini ikut ngerasa kalau ada yang sedih, sakit hati, dan marah.

    Mereka berdua sama-sama nggak punya 'rumah' yang indah di masa kecilnya. Roarke lahir dan besar di Dublin, melakukan apa saja untuk tetap hidup. Mencopet, menipu, mencuri, menyelundupkan barang-barang. Segala macam kegiatan kriminal pernah dia lakukan, bahkan membunuh. Jangan salah, dia punya alasannya sendiri untuk membunuh. Ayah Roarke sering ngehajar Roarke, dan si ayah juga terlibat kegiatan kriminal kelas kakap. Di usia muda, Roarke belajar dan bertekad untuk sukses, membangun Roarke Industries, yang sekarang menjadi korporasi terbesar di dunia dan membuat bermacam-macam barang. Eve Dallas awalnya terlahir tanpa nama, karena oleh ayahnya dia disiksa dan diperkosa sampai akhirnya Eve berhasil meloloskan diri. Kayaknya, ayah Eve berencana ngejual Eve gitu. Karena itulah dia bertekad untuk tidak lagi menjadi korban, dan malah membela para korban. Pada akhirnya, keduanya punya sosok ayah pengganti. Roarke punya Summerset, yang sekarang jadi semacam kepala pelayan di rumahnya. Eve punya Ryan Feeney, mantan pelatihnya dan sekarang seorang kapten.

    Sama kayak Raphael-Elena, Roarke-Eve sama-sama keras kepala! Apalagi Eve, yang rasa keadilannya begitu tinggi. Mereka sering banget saling berbenturan dalam prinsip, meskipun yaa, pada akhirnya mereka berkompromi dan bekerja sama. Roarke punya kontrol diri yang bagus, tapi ada kalanya Eve bikin dia kesel dan marah. Kalau marah dia nggak meledak-ledak, tapi malah dingin gitu. Bikin merinding jadinya.

    Dari segi fisik nih, Roarke dan Raphael jejeran lah, tapi Roarke minus sayap, hehe. Eve sering mendeskripsikan ketampanan Roarke seperti fallen angel, atau bahkan nyaris puitis saking gantengnya. Ada bermacam-macam cara Eve mendeskripsikan Roarke, tapi seringnya sih dia seperti seorang ksatria klasik gitu. Rambutnya hitam agak panjang, matanya biru, dan tentu saja tubuh yang oke banget. Double yum. Yang makin bikin gak nahan: aksen Irlandia!! God knows I love Irishmen, Welshmen, and Englishmen. Particularly Irishmen. Triple mag yummy. Eve punya rambut dan mata cokelat, tubuh yang tinggi dan langsing tapi tangguh, serta ada lekukan rendah di dagunya. Cantik, meskipun nggak cantik klasik.

    Selain Roarke dan Eve, di sepanjang serial ini juga diperlihatkan perkembangan dan cerita tokoh-tokoh sampingannya, misalnya perkembanga cerita cinta Detektif Delia Peabody, aide-menjadi-rekan Eve dengan Detektif Ian McNab. Atau Mavis Freestone, sahabat Eve, dan desainer Leonardo. Jadi pusatnya emang di Roarke-Eve, tapi tokoh lainnya juga sama berkembangnya dengan mereka. Yang bikin seru lagi adalah teknologi dalam In Death, yang meskipun dibuat tahun 1995, tapi teknologinya begitu mirip sama teknologi jaman sekarang. Sampai kadang aku jadi heran, ini jangan-jangan para engineer ini terinspirasi sama berbagai model teknologi J. D. Robb, atau sebaliknya??

    TRIVIA

    1. Eve dan Roarke punya kucing gendut dengan mata berbeda warna bernama Galahad, yang aslinya punya salah satu korban Eve. Galahad ini manja dan rakus banget, tapi setia sama Eve, sering nemenin Eve tidur atau berusaha membangunkan Eve kalau Eve bermimpi buruk.
    2. Roarke mengantongi kancing abu-abu dari setelan Eve setiap saat, sebagai semacam jimat dan pengingat juga. Kancing itu telepas dari setelan Eve di pertemuan pertama mereka. Roarke memberikan Eve kopi asli keesokan harinya. Kopi asli dan bukan kopi bohongan, menurut Eve, adalah salah satu keuntungan menikahi Roarke.
    3. Panggilan sayang Roarke buat Eve: Darling, baby, Lieutenant, dan a ghra (bahasa Gaelik untuk 'cintaku').
    4. Panggilan sayang Eve (kalau bisa dibilang sayang sih, hehe) buat Roarke: seringnya Ace, pal, pernah dia pake Civilian baby. Pernah menyebut Roarke sebagai Scary Roarke.
    5. Eve suka mandi pake air panas, dan Roarke pake air dingin, jadi kadang Roarke sering protes kalau mereka mandi bareng. Tapi Roarke nggak pernah maksa pake air dingin kalo dia lagi sama Eve.
    6. Eve suka makan spageti dan pizza, nggak suka sayuran (cuma makan kalau ada Roarke), lebih suka makan permen cokelat dibandingkan makanan beneran, suka minum kopi dan Pepsi, dan doyan banget makanan manis serta makanan bergaram. Padahal Roarke-nya sendiri lebih suka makanan sehat dan menyebut perut Eve belum dewasa karena Eve doyan makanan yang biasanya dimakan anak kecil. Roarke cukup sering makan steak dan dia minum wine seperti kita minum soda.
    7. Eve dan Summerset sering banget saling melempar hinaan dan suka saling menyinggung, tapi Summerset peduli sama Eve.
    8. Roarke sering ngasih Eve hadiah, meskipun Eve nggak terlalu nyaman dalam menerima hadiah. Terutama perhiasan. Perhiasan pertama yang diberikan Roarke adalah kalung berlian Giant's Tear, yang sampai sekarang selalu dipakai Eve, tapi disembunyikan di balik bajunya. Cincin kawin Eve diukir dengan simbol Gaelik untuk keamanan dan keselamatan Eve.
    9. Eve dan Mavis udah bersahabat lama, sejak Eve nangkep Mavis dulu waktu dia masih jadi officer dan Mavis jadi penipu jalanan. Mavis sekarang seorang penyanyi terkenal. Anaknya diberi nama Bella Eve, penghargaan untuk Eve yang jadi midwife Mavis saat proses kelahiran Belle.
    10. Eve nggak takut menghadapi pembunuh kejam atau penjahat bersenjata, tapi Eve takut ketinggian, takut sama sapi dan hewan ternak pada umumnya, nggak suka jalan-jalan di alam (misalnya hutan), nggak suka rumah sakit, benci sama obat penenang atau obat bius, dan dia bener-bener takut sama konsultan kecantikannya, Trina. Jadinya, Trina adalah satu-satunya manusia di bumi ini yang berhasil membuat Eve ketakutan setengah mati.
    11. Selain Feeney sebagai sosok ayah, Charlotte Mira, psikiater dan profiler kriminan NYPSD, menyayangi Eve seperti anaknya sendiri, dan lama-lama juga sayang sama Roarke.
    12. Cadangan permen Eve di kantornya sering banget dicuri oleh Pencuri Permen, dan sampai sekarang belum ketangkep itu pencuri. Eve harus selalu memikirkan tempat persembunyian untuk permennya, tapi tetep aja ilang.
    13. Eve dan Roarke juga sering jadi lawan untuk olahraga, hand-to-hand, dan Eve nggak takut main fisik sama Roarke (bukan dalam artian kasar lho)

    Selain kedua pasangan di atas, tentu saja ada pasangan-pasangan lain yang cukup menarik untuk dibahas. Tapi, hanya dobel RED ini yang terus membekas di hati. Dan yang pasti, kedua serial ini belum akan selesai dalam waktu dekat ini, dan akan semakin banyak trivia yang ditemukan ketika buku-buku lainnya terbit. Sejujurnya sih, trivia In Death emang lebih banyak dari Guild Hunter, dan yang aku sebutin itu juga baru segelintir, semata-mata karena In Death kan bukunya udah banyak banget dan jelas udah lebih banyak detailnya daripada Guild Hunter. 

    Kalian pasti punya tokoh atau pasangan favorit. Siapa aja pasangan favoritmu? :)

    LinkWithin

    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...