Saturday, March 24, 2012

The Dark Artifices, Seri Lain Shadowhunter

Ada berita gembira buat para pecinta serial Shadowhunter dari Cassandra Clare. Itu lho, serial The Mortal Instruments (City of Bones, City of Ashes, City of Glass, City of Fallen Angels, dan City of Lost Souls-upcoming-) dan The Infernal Devices (Clockwork Angel dan Clockwor Prince). Singkatnya, TMI dan TID.

Cassandra Clare akan membuat serial lain, The Dark Artifices atau bisa disingkat TDA. TDA bersetting empat-lima tahun setelah kejadian akhir di City of Heavenly Fire, buku keenam dari TMI.

Ini beritanya, dari grup The Mortal Instruments Indonesia.

Anyway, aku belum nyari sumber informasi lainnya, tapi segera setelah ada informasi lain, bakalan aku post di sini.

Wednesday, March 14, 2012

Shadowland - Negeri Bayang-Bayang (The Mediator #1)


Judul : Shadowland - Negeri Bayang-Bayang (The Mediator #1)
Author : Meg Cabot
Edisi yang Kubaca : Indonesia
Penerbit Indonesia : Gramedia Pustaka Utama, September 2009

Ada cowok keren di kamar Susannah Simon. Sayang cowok itu hantu.

Susannah seorang mediator----penghubung antara orang hidup dan mati. Dengan kata lain, ia bisa melihat hantu. Dan mereka mengganggunya terus sampai Susannah membantu mereka menuntaskan urusan yang belum beres dengan orang-orang yang masih hidup. Tapi Jesse, hantu keren yang menghuni kamar tidur Susannah, sepertinya tidak membutuhkan bantuan. Melegakan sebenarnya, karena Susannah baru saja pindah ke California yang panas dan bermaksud membuka lembaran baru, jalan-jalan ke mal dan bukan ke kuburan, surfing dan bukan kedatangan tamu-tamu aneh dari alam gaib.

Tapi pada hari pertamanya di sekolah baru, Susannah sadar ternyata tidak semudah itu. Ada hantu yang ingin membalas dendam... dan kehadiran Susannah menghalanginya.
-Goodreads

Ini adalah buku pertama Meg Cabot yang aku koleksi. Serialnya adalah serial pertama yang bikin aku ketagihan sama PNR (paranormal romances).

Ceritanya unik, khas Meg Cabot banget, dan ini adalah satu-satunya buku mengenai Mediator--penghubung antara dunia ini dengan arwah orang mati--yang kubaca. Susannah Simon, seorang cewek biasa yang ketiban sial jadi Mediator, terpaksa pindah ke Carmel, California, karena ibunya menikah lagi setelah sepuluh tahun mereka hidup sendirian. Suze nggak nyangka ternyata kamar tidur barunya sudah 'berpenghuni' alias ada hantunya. Dan hantu itu adalah cowok Latino bernama Jesse de Silva yang ketampanannya bikin Suze panas dingin.

Suze kepengen menjalani hidup normal, tanpa adanya gangguan supernatural dari hantu-hantu yang butuh bantuannya. Tetapi dia terpaksa harus menyingkirkan sejenak keinginannya karena di sekolah barunya, Mission Academy, dia berurusan sama hantu pemandu sorak yang membenci Suze karena Suze dianggap mencoba mengambil alih posisi si pemandu sorak. Selain itu, Suze bertemu dengan mediator lain, Pastor Dominic, dan berteman dengan kepala redaksi Mission News Cee-Cee Webb serta temannya, Adam McTavish. Buat Suze yang nyaris nggak punya teman selain Gina di Brooklyn, jelas itu kemajuan. Dia juga punya tiga saudara laki-laki, dan sekarang punya anjing. Kehidupannya agak bikin dia kewalahan, tapi menurutku itu cocok buatnya.

Meskipun aku agak kecewa di bagian akhir ceritanya, karena menurutku perkembangan Suze-Jesse agak lambat, aku menyukai bukunya. Gayanya Meg Cabot banget, dan penerjemahnya, Mbak Monica Chresnayani, berhasil menerjemahkannya dengan rapi, apik, dan nggak kehilangan aroma humor khas Meg Cabot yang witty dan ngena. Susannah adalah tipe cewek yang punya smart-mouth dan mulutnya itu kadang bikin dia kena masalah besar. Dia juga tipe berani, mandiri, tangguh, cerdas, nggak cengeng. Ini agak beda sama karakter-karakter Meg Cabot lainnya. Selain itu, dia lumayan memperhatikan kecantikannya, dan aku mendapati beberapa tips ala Susannah Simon di dalam buku ini.

Jesse de Silva adalah cowok kuno produk abad ke-19, tapi kalau masalah ganteng enggaknya, hmm, bisalah disejajarkan sama Alex Fuentes di Perfect Chemistry. Pantesan aja Suze mulai naksir sama dia. Memang sih, dia Latino tipikal, tapi karena prakteknya dia agak old-schooled, well, lucu juga ngeliat Jesse berusaha beradaptasi dengan masa modern dan juga kehadiran Suze.

Rating
5 Out of 5

Something About You (FBI #1)


Judul : Something About You
Author : Julie James


Of all the hotel rooms rented by all the adulterous politicians in Chicago, female Assistant U.S. Attorney Cameron Lynde had to choose the one next to 1308, where some hot-and-heavy lovemaking ends with a death. And of all the FBI agents in Illinois, it had to be Special Agent Jack Pallas who gets assigned to this high-profile homicide. The same Jack Pallas who still blames Cameron for a botched crackdown three years ago- and for nearly ruining his career.

Work with Cameron Lynde? Are they kidding? Maybe, Jack thinks, this is some kind of welcome-back prank after his stint away from Chicago. But it's no joke; the pair is going to have to put their rocky past behind them and focus on the case at hand. That is, if they can cut back on the razor-sharp jibes- and smother the flame of their sizzling-hot sexual tension.
-Goodreads

Setiap kali aku melihat embel-embel FBI di sebuah buku, jujur saja, aku agak malas membacanya. CIA boleh lah *terlanjur cinta sama Jason Bourne sih*, tapi ketika aku melihat review dari reviewer terpecaya Goodreads, aku berencana membeli buku ini dan mencobanya. Butuh waktu satu bulan sampai akhirnya aku bisa menyingkirkan bacaan lain dan mulai membaca Something About You.
Waktu awal mula baca, agak pesimis sih. Habis, kok ceritanya dewasa, pake embel-embel FBI pula--salah satu tema yang agak bikin aku keki. Ternyata, setelah kubaca beberapa bab, buku ini berhasil menggeser posisi Guardian yang juga lagi kubaca.

Cameron Lynde memutuskan berlibur sebentar dari pekerjaannya di sebuah hotel. Dan sayangnya, tidurnya keganggu karena ada pasangan yang lagi 'asik-asikan' di kamar sebelahnya. Nggak disangka, di kamar itu, si wanita terbunuh. Cameron, seorang asisten US attorney Chicago, diminta menjadi saksi oleh kepolisian. Cameron tahu dia adalah saksi kunci pembunuhan itu, jadi akhirnya dia bersedia dimintai keterangan. Tapi dia mulai nggak semangat ketika FBI-lah yang mengawasi kegiatan pemeriksaan.

Dan dari ribuan kamar hotel, dia harus milih kamar hotel yang bakalan bawa dia balik kepada Jack Pallas. Tiga tahun lalu, Jack dipindah ke Nebraska setelah kasus yang kebetulan ditanganin Jack nggak bakal dimasukin ke pengadilan oleh bos Cameron, Silas. Gara-gara itu, Jack nyaris kehilangan seluruh karirnya, dan dia jadi agak sentimen sama Cameron. Jack, oh-so-sexy agen khusus FBI ini juga sebel kenapa dia harus ketemu lagi sama Cameron.

Karena Cameron adalah saksi kunci kasus pembunuhan ini, Cameron harus dilindungi. Apapun resikonya. Ternyata, Jack sejak dulu memang menyimpan perasaan buat Cameron. Ketika Cameron hampir dan nyaris tewas, Jack mulai sadar dia nggak mau kehilangan Cameron.

Buatku yang cuma anak SMA, buku ini berat sekali (inilah nggak enaknya baca buku versi aslinya). Banyak istilah-istilah hukum, investigasi, de-el-el yang kecantum di buku ini, dan aku nggak begitu ngerti. Sebenernya aku nggak heran, habis Tante Julie James ternyata lulusan sekolah hukum. Aku suka banget sama Sam Wilkins, partnernya Jack, dan Jack, meskipun dia tipikal banget sama jagoan novel dewasa, ternyata nggak dingin-dingin amat *kutub kali, pake dingin segala*. Kasusnya juga menarik dan nggak biasa, dan ceritanya juga mengalir lancar.

Kovernya liat deh, seksi banget *whistling* Gaun itu tepat dengan gaun yang dipakai Cameron untuk acara makan malam, bikin Jack nyaris kesandung saat ngeliatnya.



Saturday, March 03, 2012

Moon Called (Mercy Thompson #1)


Judul : Moon Called (Mercy Thompson #1)
Author : Patricia Briggs

Werewolves can be dangerous if you get in their way, but they'll leave you alone if you are careful. They are very good at hiding their natures from the human population, but I'm not human. I know them when I meet them, and they know me, too.

Mercy Thompson's sexy next-door neighbor is a werewolf.

She's tinkering with a VW bus at her mechanic shop that happens to belong to a vampire.

But then, Mercy Thompson is not exactly normal herself ... and her connection to the world of things that go bump in the night is about to get her into a whole lot of trouble.
-Goodreads

Sebelum membaca buku ini, aku belum pernah membaca cerita mengenai Shifter yang sekaligus juga bacaan dewasa. Mercy Thompson direkomendasikan seorang teman di Goodreads, dan dia menyarankanku setelah aku bertanya buku Shifter apa yang bisa kubaca.

Mercedes Thompson adalah seorang mekanik mobil-mobil Eropa tua. Dia tinggal di Tri-Cities, Washington State, dan menjalankan bengkelnya sendiri. Tetangganya, Adam Hauptman, adalah Alpha dari kawanan lokal, Columbia Basin's Pack. Mantan bos Mercy, Zee, adalah salah satu fae-smith kuat. Langganannya adalah seorang vampir bernama Stefan. Mercy nggak masalah dengan keadaannya, karena toh dia sendiri seorang Walker, seorang manusia yang bisa menjadi hewan. Dia berbeda dari Werewolf karena perubahannya nggak menyakitkan, dan dia mewarisi darah Walker-nya dari ayahnya yang orang Indian.

Ceritanya sendiri tentang semacam twist kekuasaan. Ada yang berusaha melukai Adam dan keluarganya, membuat Mercy terlibat. Mercy sendiri sebenarnya diakui oleh Adam sebagai mate--pasangan--meskipun Mercy bukan anggota kawanan. Masalahnya makin runyam karena Mercy terpaksa minta bantuan Samuel Cornick, mantan pacarnya, sekaligus serigala terkuat kedua di seluruh Amerika.

Werewolf di sini punya struktur yang berbeda, nggak plain Alpha-Beta-Pack. Karena di sini, para Alpha di seluruh Amerika patuh dna tunduk pada sang Marrok, Bran Cornick, yang usianya dipercaya sudah hampir seribu tahun. Mercy menyebut Bran sebagai head honco of the American head honcos. Ceritanya agak pendek, enam belas chapter, tapi bagus banget.

Sejauh ini, nggak ada yang bisa menggeser kedudukan seri Mercy Thompson sebagai seri Werewolf favorit. Aku menyukai gaya penceritaan Patricia Briggs yang mengalir, dan definisinya mengenai hierarki kawanan juga masuk akal.

Maafkan aku karena memberi bukunya 3/5, karena pada awalnya aku nggak begitu ngerti. Maklum, waktu itu aku baru giat-giatnya baca buku bahasa Inggris :)



Friday, March 02, 2012

Gabriel's Inferno (Gabriel #1)


Judul : Gabriel's Inferno (Gabriel #1)
Author : Sylvain Reynard

Enigmatic and attractive, Professor Gabriel Emerson is a man tortured by his past. Though he takes great pride in his prestigious role as a Dante specialist, he knows he is a magnet for sin, especially lust.

When the virtuous Julia Mitchell joins his graduate seminar at the University of Toronto, she alters their lives irrevocably. Through their connection, Gabriel begins a journey that forces him to unravel the mysteries of their past entanglement, as well as face his many demons.

A sinful exploration of sex, love, and redemption, “Gabriel's Inferno” is a beguiling intelligent romance filled with intrigue, seduction and forgiveness.

Told through witty, dark humor, the narrator relates a captivating tale of Gabriel’s odyssey through the Inferno.

NB: This book was a semi-finalist for Best Romance in the 2011 Goodreads Choice Awards.
-Goodreads

Pertamanya, kukira Gabriel's Inferno ini tentang malaikat (fallen angel) kayak biasanya--hello, salahkan nama 'Gabriel' disini, dan embel-embel Inferno. Ternyata roman biasa. Bukunya itu lho, lima ratus halaman. Nggak nahan banget!!!! ToT

Buat beberapa orang, pasti sudah pernah mendengar tentang puisi Dante Alighieri, The Divine Comedy, terutama yang udah baca The Mortal Instruments dan Abandon (ada beberapa canto yang masuk). The Divine Comedy adalah puisi legendaris yang terdiri dari tiga cantos--Paradiso, Inferno, dan Purgatorio.

Dante Alighieri, konon, memiliki seorang muse--wanita yang menjadi inspirasi--bernama Beatrice. Beatrice menjadi inspirasi buat Dante, bahkan katanya si Beatrice yang digambarkan sebagai malaikat ini adalah kekasih Dante. Ada juga beberapa lukisan karya Botticelli yang menggambarkan Beatrice dan Dante. Buku ini penuh dengan referensi karya seni, bahasa Italia, dan beberapa potong puisi dari The Divine Comedy.

Jadi, Julianne Mitchell mendapatkan kesempatan mengikuti seminar Dante di Toronto. Dia bertemu cinta pertamanya, Profesor Gabriel Emerson. Gabriel adalah pria kaya tipikal--sombong, sok kaya, aduuuh, di awal cerita dia bener-bener NYEBELIN. Meskipun begitu, Gabriel sebenarnya anak adopsi keluarga Rachel, sahabat Julia. Gabriel nggak mengenali Julia, karena enam tahun lalu saat mereka bertemu, Gabriel memanggil Julia sebagai Beatrice. Wanita yang menjanjikan pada Dante kalau dia akan mencari Dante di Neraka dan membawa Dante kembali ke Surga. Gabriel mengira sosok Beatrice cuma mimpinya, semacam wishful thinking.

Ketika mereka bertemu lagi, Julia kecewa karena Gabriel nggak ingat padanya. Gabriel bener-bener menyusahkan Julia di awal-awal kuliahnya. Gabriel jadi tertarik pada Julia. Julia bener-bener bisa digambarkan sebagai cewek malaikat. Dia baik hati, pemaaf, sedikit naif, polos. Gabriel merasa nggak pantas berada di sisi Julia. Gabriel sendiri mantan pecandu, pemabuk, troublemaker, pokoknya kebalikannya Julia.

Waktu Gabriel akhirnya ingat pada Julia dan menjalin hubungan dengan cewek itu, Gabriel berusaha sekuat mungkin membuat Julia nyaman bersamanya. Alur ceritanya memang lambat karena mengikuti perkembangan kisah cinta Julia-Gabriel. Masa lalu mereka berdua yang sebenarnya sama-sama kelam menjadi inti masalah mereka berdua. Gabriel diceritakan sangat mengagumi Julia, dan Julia, meskipun pada awalnya ragu pada Gabriel, dalam hati sangat mencintai Gabriel. Tapi kalau mereka nggak mau saling terbuka, Julia takut pada akhirnya cinta mereka bakalan berakhir. Gabriel memperlakukan Julia seperti putri, mengutamakan keinginan Julia, dan memanjakan Julia. Gara-gara Gabriel, aku jadi berkhayal seandainya aja ada cowok seperti Gabriel, yang menghormati ceweknya dengan sepenuh hati dan berusaha untuk nggak menyakiti Julia. Nggak mungkin banget...

Selain alur yang lambat, bahasanya yang agak berat dan agak puitis juga membuatku capek. Depresi banget bacanya meskipun aku suka. Endingnya rada-rada nggantung, padahal memuaskan banget. Tapi ceritanya manis, oh-so-sweet, dan di beberapa bagian, aku ikut nangis bareng Julia, ikut depresi bareng Gabriel, ngerasa panas dingin. Emosinya kental dan intens, kayak baca karya sastra jaman Victoria. Bukunya juga sarat dengan kata-kata puitis, pelajaran hidup, dan ada beberapa umpatan dalam bahasa-bahasa Eropa yang bisa digunakan :DD

Mengenai referensi-referensi karya seni di buku ini, bisa dibilang 100 persen otentik. Jadi nggak rugi bacanya. Kalau nggak suka sama bacaan berat, nggak disarankan, karena bisa-bisa di pertengahan buku udah bosen kayak aku kemaren.



LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...